Sambas -- Sekitar pukul 13. 30 wib, pihak media mau konfirmasi langsung ke kantor Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas,Provinsi Kalimantan Barat ternyata kantor Desa tutup. Kades Pipit Teja beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler tidak pernah menjawab cuma "berdering" WA tidak dibalas.
Untuk memastikan kondisi yang tidak sehat karena masih jam kantor pihak media konfirmasi ke masyarakat sekitar mereka menjelaskan" hari-hari memang begitu habis Zuhur mereka pulang," ungkapnya.
Demi mendapatkan informasi yang lebih akurat pihak media mendatangi salah satu tokoh masyarakat yang tau persis terkait kegiatan Desain Irigasi Rawa Pimpinan Komplek dan Beliau menegaskan," bahwa keberadaan dan kegiatan Pimpinan kompleks Daerah Irigasi Rawa (DIR) memang ada serta berjalan di wilayah mereka. Optimalisasi fasilitas tersebut dinilai sebagai peluang besar untuk menjamin agar aktivitas masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani padi tidak mengalami hambatan.
"Kegiatan pimpinan kompleks memang ada," ujar tokoh masyarakat tersebut kepada wartawan, Rabu (2/9/2026). Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap penataan atau pemeliharaan ke depannya tetap mengedepankan kajian lapangan yang komprehensif.
Hal ini menjadi sorotan penting mengingat masyarakat setempat sangat bergantung pada aliran sungai yang bermuara langsung ke Sungai Serabek. Warga menekankan perlunya ketelitian dalam memetakan saluran primer dan sekunder dengan melihat titik awal muara secara akurat, agar tidak terjadi ketimpangan fungsi hidrologi " katanya
Dengan pengelolaan teknis yang tepat sasaran, kelancaran pintu air dapat terjaga secara optimal. Langkah ini diyakini tidak hanya mencegah kendala distribusi air, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian padi serta kesejahteraan warga di wilayah tersebut.perlu juga digaris bawahi tanpa adanya perhatian dari pemerintah masyarakat juga tidak bisa berbuat apa," ungkapnya.
Dilansir dari salah satu media pemberitaan, berikut ringkasan poin utamanya:
Sorotan Proyek pembersihan irigasi dan saluran parit sepanjang 60 kilometer di Kecamatan Teluk Keramat (meliputi Desa Pipit Teja, Desa Pimpinan, Desa Matang Segantar, hingga Desa Tanah Hitam) disorot tajam karena tidak dipasangi papan plang informasi anggaran.
Bantahan BWSK 1 Kalbar: Pihak BWSK 1 Kalbar dengan tegas membantah klaim Kepala Desa Pipit Teja dan Kepala Desa Matang Segantar yang sempat menyatakan bahwa proyek tersebut berasal dari pihak balai.
Pengakuan Operasional: Kedua kepala desa akhirnya mengakui mengelola langsung operasional pekerjaan di lapangan serta membayarkan upah pekerja sebesar Rp2.500 per meter.
Keterangan Narasumber: Berdasarkan keterangan narasumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, proyek tersebut dituding sarat kepentingan oknum pejabat Pemda dan sengaja dijalankan tanpa transparansi untuk menyembunyikan asal-usul anggaran.
Desakan Audit Investigatif: BPK dan APH Diminta Bongkar Proyek Abu-abu Pimpinan Komplek Tim medis Kabar Investigasi ID.

Komentar


