TEMANGGUNG — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Wonokerso, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, berlangsung meriah. Bukan sekadar pesta rakyat, kegiatan tersebut menjadi panggung kebersamaan warga sekaligus ruang untuk menjaga tradisi dan budaya Jawa.
Rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Wonokerso mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga dari berbagai kalangan hadir dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Camat Pringsurat bersama jajaran dan staf pemerintahan juga turut hadir di tengah masyarakat.
Suasana kebersamaan terlihat sejak rangkaian acara dimulai. Warga saling berbaur tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Semangat gotong royong dan kekompakan menjadi warna utama dalam perayaan kemerdekaan tersebut.
Yang menarik, kemeriahan HUT ke-81 RI di Wonokerso tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan. Berbagai pertunjukan seni dan tari tradisional Jawa turut ditampilkan. Para seniman dan penampil lokal menunjukkan kebolehannya di hadapan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Tepuk tangan dan antusiasme warga mengiringi setiap penampilan. Seni tradisional yang ditampilkan menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat, khususnya ketika diberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut tampil dan mengenalnya secara langsung.
Bagi masyarakat Wonokerso, mempertahankan budaya bukan sekadar menjaga peninggalan leluhur. Tradisi juga menjadi bagian dari identitas desa yang perlu dirawat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Peringatan kemerdekaan pun menjadi lebih bermakna karena tidak berhenti pada seremoni. Nilai perjuangan para pahlawan diterjemahkan dalam bentuk sederhana tetapi nyata: menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, bergotong royong dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kehadiran Camat Pringsurat beserta jajaran pemerintahan juga menjadi bagian penting dari momentum tersebut. Pemerintah tidak hanya hadir dalam kegiatan formal, tetapi ikut berada di tengah masyarakat dan menyaksikan langsung bagaimana warga membangun kebersamaan di tingkat desa.
Kekompakan seperti inilah yang diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian perayaan HUT RI selesai. Semangat gotong royong harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat desa dalam menghadapi berbagai persoalan dan mendorong pembangunan.
Pemerintah Desa Wonokerso bersama masyarakat diharapkan terus mempertahankan tradisi kebersamaan tersebut. Desa yang kuat bukan hanya dibangun dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan masyarakat yang rukun, kompak dan memiliki kepedulian satu sama lain.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Wonokerso akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiburan rakyat. Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan sederhana: kemerdekaan harus dirawat dengan persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap budaya sendiri.
Dari Desa Wonokerso, semangat itu kembali ditegaskan—warga bersatu, budaya tetap hidup, dan pembangunan desa harus terus berjalan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka!.....
(Slamet Setyo. SH)

Komentar
