KALIMANTAN BARAT -- Kemarahan publik di Kalimantan Barat kian memuncak akibat maraknya pemadaman listrik secara masif yang terjadi di berbagai wilayah. Fenomena yang dijuluki "Pemadaman Listrik Berjamaah" ini dinilai sebagai bentuk nyata kegagalan PLN dalam menjamin hak masyarakat atas layanan energi yang stabil dan andal.
Gangguan yang terus berulang ini bukan sekadar ketidaknyamanan biasa, melainkan telah melumpuhkan berbagai sendi aktivitas masyarakat. Sektor ekonomi rumah tangga, pendidikan, hingga pelaku UMKM menjadi korban langsung dari buruknya manajemen distribusi listrik yang diduga tidak terkelola dengan baik.
Publik secara tegas menuntut jawaban transparan dan langkah nyata dari PLN terkait krisis listrik ini. Masyarakat tidak lagi butuh alasan teknis yang normatif; yang dibutuhkan adalah kepastian pemulihan layanan segera dan jaminan bahwa pemadaman "berjamaah" ini tidak akan terulang kembali.
"Warga Kalimantan Barat sudah cukup sabar. Pemadaman massal yang terjadi secara beruntun ini adalah bukti lemahnya komitmen penyediaan layanan publik. Kami menuntut pihak terkait segera memberikan penjelasan logis dan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat luas," tegas perwakilan warga yang terdampak.
Hingga saat ini, belum ada solusi konkret yang dirasakan oleh publik. Masyarakat mendesak agar PLN segera memperbaiki performa layanannya sebelum amarah publik berkembang menjadi aksi yang lebih luas demi menuntut hak-hak konsumen yang terabaikan. Jumat, 3/ 7/ 2026. Redaksi Kabar Investigasi ID.

Komentar