PALI – Proyek pembangunan infrastruktur jalan berupa pengecoran beton di kawasan Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI memicu protes keras dari warga setempat. Proyek yang dibiayai oleh anggaran daerah tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak memenuhi spesifikasi teknik serta volume yang tertuang dalam kontrak kerja. Jum'at ( 26/06/2026 ).
Warga mendapati kualitas cor beton sangat rapuh, Berdasarkan pengamatan fisik di lapangan, ketebalan cor beton terlihat tidak merata dan diduga kuat terjadi pengurangan ketebalan dari standar yang ditentukan.
Nal (42), salah seorang warga juga tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai pihak pemborong sengaja mengurangi kualitas material demi meraup keuntungan sepihak tanpa memikirkan daya tahan jalan.
"Corannya sangat banyak pasir dari pada semen juga sedikit nya koral Kami menduga adukan semen,koral dan pasir tidak sesuai takaran standar. Ini jelas merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan," kata nya kepada awak media
Menanggapi keluhan masyarakat, pengamat kebijakan publik setempat mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak kejaksaan untuk segera menghentikan sementara proyek tersebut guna dilakukan uji laboratorium (core drill). Langkah ini penting untuk mengukur secara akurat kualitas mutu beton (K-karakteristik) dan ketebalan riil di lapangan.
Saat ini, wartawan masih terus mencermati perkembangan pekerjaan di lapangan. Pasalnya, mutu dan kualitas pembangunan tersebut masih menjadi perhatian dan menimbulkan pertanyaan dari sejumlah masyarakat, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, dan kualitas yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Hingga berita ini dimuat, pihak pelaksana proyek pengecoran untuk memberikan konfirmasi tersebut. (Tim Redaksi)

Komentar