TANAH HITAM – Alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil di sektor perikanan dan pertanian di kawasan Tanah Hitam kembali memicu tanda tanya besar. Berdasarkan dokumen catatan penyaluran yang berhasil dihimpun oleh Tim Redaksi Kabar Investigasi ID, ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian data (anomali) kuota yang cukup signifikan antara alokasi reguler SPBU dengan data riil dari Dinas Perikanan.Minggu 31/ 5/ 2026.
Dalam dokumen internal tersebut, tercatat bahwa SPBU Tanah Hitam mengalokasikan BBM subsidi untuk nelayan dan petani sebanyak 3 tangki per bulan, dengan volume reguler mencapai 9.600 liter. Secara matematis, dalam kurun waktu tiga bulan, total pasokan tersebut seharusnya berada di angka 28.800 liter.
Namun, keganjilan mulai muncul pada lembar data rekomendasi Dinas Perikanan. Di sana tertera angka akumulasi kuota yang melonjak tajam hingga mencapai 78.236 liter untuk alokasi 3 bulan bagi 181 nelayan yang mengantongi surat rekomendasi (rekom). Selisih angka yang terlampau jauh ini memicu kecurigaan mengenai ke mana sisa aliran ribuan liter BBM subsidi tersebut bermuara.
Jeritan dari Pesisir: "Rekomendasi Ada, Barangnya Langka"
Seorang nelayan lokal di Tanah Hitam—yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan—buka suara terkait sulitnya mendapatkan hak mereka di SPBU.
"Kami ini ada 181 nelayan yang resmi punya surat rekom (rekomendasi) dari Dinas. Secara aturan, kuota kami besar, bahkan kalau dihitung-hitung bisa sampai puluhan ribu liter untuk tiga bulan. Tapi kenyataannya di lapangan, kami sering gigit jari. Mau ambil solar susahnya minta ampun, alasannya sering habis," ungkap sumber tersebut dengan nada kecewa kepada Kabar Investigasi ID.
Ia melanjutkan, para nelayan mencurigai adanya praktik "permainan" di balik layar antara oknum tertentu dengan pihak penyalur.
"Kami menduga ada yang tidak beres dengan penyaluran ini. Kalau datanya tertulis sampai 78 ribu liter lebih, ke mana barangnya? Mengapa kami yang punya rekom resmi justru dipersulit," tutupnya
LAPORAN DATA ALOKASI BBM SPBU
1. Informasi Umum
Lokasi / Sumber: SPBU Tanah Hitam
Peruntukan: Nelayan dan Petani
Periode Distribusi: 3 Bulan
2. Rincian Alokasi Bulanan & Total Alokasi
Kuota Bulanan: 3 tangki / bulan (Setara dengan 9.600 liter / bulan)
Total Alokasi (3 Bulan): 3×9.600 liter=28.800 liter
3. Data Dinas Perikanan (Khusus Nelayan)
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan untuk kebutuhan selama 3 bulan:
Jumlah Nelayan Berizin (Memiliki Rekomendasi): 181 nelayan
Total Kuota Nelayan: 78.236 liter ---
4. Catatan Gabungan & Rekapitulasi
Total Alokasi Nelayan & Petani (3 Bulan): 78.236 liter
Keterangan Tambahan: Nelayan yang berhak menerima adalah yang memiliki surat rekomendasi resmi (tercatat sebanyak 181 nelayan).
SPBU Tanah Hitam
untuk Nelayan dan petani
3 tangki / bulan
9.600 liter — 28.800 ltr / 3 bulan
Kuota di dinas perikanan
untuk nelayan 3 bulan
yg punya rekom 181 nelayan
jumlah kuota = 78.236 liter
78.236 liter - nelayan - petani
untuk 3 bulan.
Nelayan punya rekom - 181 (orang) . Tim Kabar Investigasi ID.

Komentar


