Baru Seumur Jagung, Plafon Gedung RSUD Yos Soedarso Sudah Ambrol: Proyek Asal Jadi?..... -->

Iklan Semua Halaman

Baru Seumur Jagung, Plafon Gedung RSUD Yos Soedarso Sudah Ambrol: Proyek Asal Jadi?.....

Kabar Investigasi
Jumat, 06 Maret 2026

 



Pontianak – Belum genap dua bulan dinyatakan selesai pengerjaan, kondisi fisik bangunan di RSUD Yos Soedarso kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah titik plafon di gedung yang seharusnya menjadi fasilitas pelayanan publik tersebut dikabarkan sudah bongkar dan rusak parah.


Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas material dan profesionalisme kontraktor pelaksana. Bangunan yang dibiayai oleh uang rakyat tersebut dinilai dikerjakan secara serampangan dan diduga mengabaikan standar teknis yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Kerusakan plafon dalam waktu sesingkat itu merupakan anomali dalam dunia konstruksi. Secara teknis, kerusakan ini diduga kuat terjadi akibat:

Kebocoran Atap yang Dibiarkan, Rembesan air hujan yang langsung mengenai papan plafon hingga lapuk dan ambrol.

Material Murahan: Penggunaan rangka plafon yang tipis atau tidak sesuai spesifikasi standar gedung pemerintah.

Lemahnya pengawasan: Konsultan pengawas diduga "tutup mata" saat proses serah terima pekerjaan (PHO), sehingga pekerjaan yang belum sempurna tetap dinyatakan selesai 100%.


Mengingat proyek ini baru selesai dua bulan lalu, gedung ini secara hukum masih berada dalam Masa Pemeliharaan. Kontraktor pelaksana memiliki kewajiban mutlak untuk melakukan perbaikan total tanpa membebani anggaran daerah kembali.


Dikutip dari Inside Pontianak, kerusakan tersebut terlihat di beberapa titik diantaranya di Kamar mandi Ruang Kerapu 4, Kerapu 5 serta ruang rawat isolasi Kerapu.


Direktur RSUD Yos Soedarso.Harry Agung di Konfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan," Dalam pelaksanaannya pembangunan fisik/gedung ada masa 1 tahun pemeliharaan, Sehingga kalau ada kerusakan fisik, atau ada masalah fungsi air, listrik, gas dan lain-lain masih menjadi tanggung jawab pelaksana.


Untuk kerusakan plafon sudah ditindak lanjuti oleh pihak pelaksana, kerusakan dipicu oleh tetesan air dsn saluran pembuangan diatas plafon kamar mandi yang menyebabkan bagian plafon menjadi basah dan rusak.,"Tutupnya.


Rep : Samsul Hidayat