PALI -- Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Tak heran bila kaum muslimin muslimat semuanya menginginkan keberkahan di bulan Ramadhan. Salah satu cara meraih keberkahan adalah dengan bersedekah.
Demikian pula dengan Paguyuban kuda lumping Turonggo Setyo Budoyo Pada Selasa 3 Maret 2026 mulai jam 16:00, anggota paguyuban baik putra maupun putri membagikan takjil di Bundaran Simpang Lima Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.
Meskipun paguyuban bergerak di bidang seni budaya akan tetapi gairah religi dari setiap anggota paguyuban tergerak untuk berpartisipasi mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan dengan berbagi atau berkegiatan sosial.
Hal ini sesuai dengan salah satu slogan paguyuban yakni " Mituhu mring budaya ya agama" adalah sebuah semboyan atau ajaran Jawa yang memiliki arti taat, patuh, dan setia terhadap budaya sekaligus agama.
Firdaus Hasbullah, S.H., M.H, Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, menyampaikan, Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Turonggo Setyo Budoyo yang menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dibagikan kepada pengendara, pejalan kaki, serta warga yang melintas sekaligus upaya mempererat kebersamaan dengan masyarakat sekitar," ungkapnya
Di tambah juga Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah, momen ini bukan sekedar tepat untuk berbagi. Akan tetapi dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Turonggo Setyo Budoyo merupakan simbol semangat dan kesetiaan dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Nama ini mencerminkan tekad untuk menjadi kekuatan yang tangguh, berintegritas, dan berakar pada tradisi luhur.
Makna “Turonggo” melambangkan semangat dan daya juang, “Setyo” mencerminkan ketulusan dan komitmen, serta“Budoyo” menjadi pijakan utama dalam menjaga warisan budaya,”
Dengan berlandaskan filosofi tersebut, Turonggo Setyo Budoyo hadir sebagai wadah pembinaan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya, khususnya budaya Jawa, agar tetap hidup, berkembang, dan bermakna bagi masyarakat luas," jelasnya.
Ke depan semoga rekan-rekan paguyuban seni budaya selalu menjaga kekompakan, semangat, dan bisa mengembangkan seni dan budaya khususnya dan juga sosial ada umumnya.
Setelah kegiatan berbagi takjil selesai, rekan-rekan anggota Paguyuban Turonggo Setyo Budoyo mengadakan buka bersama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga dan menjalin silaturahmi antara anggota paguyuban baik putra maupun putri.
Rep : Tim Investigasi

Komentar