SAMBAS, Minggu 22/2/2025 -- Haji Subhan Nur Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2024- 2029, Dapil 4 mengadakan Reses di Mesjid Dusun Bangang, Desa Kubangga Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, Kalbar di Bawah naungan bulan suci Ramadhan yang penuh ampunan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H. Subhan Nur Dari Partai Nasdem, memilih jalan pengabdian yang berbeda. Agenda Reses masa persidangan kali ini tidak sekadar menjadi rutinitas birokrasi, melainkan bertransformasi menjadi momentum silaturahmi yang sarat akan nilai-nilai religius dan kedekatan emosional dengan masyarakat Kabupaten Sambas.
Suasana khidmat menyelimuti pertemuan yang digelar di pelataran rumah ibadah dan balai warga. Alih-alih formalitas meja hijau, H. Subhan Nur hadir dengan kesederhanaan, berbaur bersama jamaah dalam balutan suasana buka puasa bersama yang penuh keberkahan.
Bagi beliau, turun ke masyarakat di bulan Ramadhan adalah bentuk "Ibadah Politik"—sebuah tanggung jawab moral untuk memastikan amanah rakyat terjaga dengan jujur dan ikhlas.
"Politik bagi saya adalah alat untuk menebar maslahat. Di bulan yang mulia ini, setiap keluh kesah masyarakat yang saya dengar adalah doa yang harus saya perjuangkan jawabannya di parlemen," tutur H. Subhan Nur dengan nada rendah hati.
Dalam dialog yang berlangsung santai namun berisi tersebut, H. Subhan Nur memberikan perhatian khusus pada aspirasi yang menyentuh langsung kehidupan beragama masyarakat.
Komitmen untuk mengawal renovasi masjid dan surau agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Perhatian untuk Guru Ngaji & Marbot: Mengupayakan apresiasi lebih bagi para penjaga moral bangsa di tingkat desa yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan agama.
Ketahanan Ekonomi Pesantren: Mendorong program pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Acara reses ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan daerah dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Kehadiran H. Subhan Nur di tengah-tengah warga bukan sekadar mencari dukungan, melainkan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus hadir sebagai peneduh, terutama di bulan yang penuh rahmat ini.
Masyarakat yang hadir pun merasakan kesejukan. Bukan hanya janji yang mereka dengar, melainkan kehadiran sosok yang mau duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi di tengah kepulan asap takjil dan lantunan ayat suci.
Rep : Samsul Hidayat

Komentar

