SAMBAS – Sudah semestinya kemegahan sejarah tidak hanya menjadi dongeng pengantar tidur. Urgensi pembangunan kembali (rekonstruksi/revitalisasi) water front Istana Alwatzikoebillah Sambas ,kini bukan lagi sekadar wacana budaya, melainkan tuntutan harga diri daerah yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Istana bukan sekadar bangunan kayu dan batu; ia adalah episentrum peradaban Kesultanan Sambas yang pernah berjaya di tanah Kalimantan. Mengulur waktu pembangunan sama saja dengan membiarkan identitas visual sejarah kita perlahan terkikis zaman. Masyarakat bertanya-tanya: sampai kapan simbol pemersatu ini dibiarkan tanpa progres nyata?
Pemerintah daerah dan pihak terkait harus melihat ini dari kacamata strategis:
- Magnet Pariwisata: Istana yang megah akan menjadi pusat gravitasi wisatawan domestik maupun mancanegara.
- Pusat Edukasi: Generasi muda Sambas butuh bukti fisik kejayaan leluhurnya untuk membangun karakter bangsa.
- Marwah Budaya: Pembangunan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap institusi adat yang menjaga harmoni sosial selama berabad-abad.
Kami menegaskan bahwa anggaran dan regulasi tidak boleh menjadi alasan klasik yang menghambat. Diperlukan kemauan politik (political will) yang kuat dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan tiang-tiang water front segera berdiri tegak.
"Menunda pembangunan water front City adalah bentuk pengabaian terhadap akar sejarah. Rakyat Sambas tidak butuh janji di atas kertas, rakyat butuh melihat istana itu kembali megah sebagai simbol kedaulatan budaya kita.Dengan diperhatikan segera pekerjaan yang Mangkrak.
Gustian yang lebih akrab dipanggil pak tek warga lokal ( Dalam Kaum) menyampaikan ke wartawan, "memang selama Mangkrak pembangunan water front City kami melihat Istana Alwatzikoebillah Sambas kurang adem, dulu sebelum nya ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam daerah atau luar daerah malahan mancanegara," tuturnya.
Gustian memaparkan ke wartawan " kami berharap pihak Provinsi beserta daerah agar segera mengatasi kondisi terpuruk terkait pembangunan Waterfront apalagi menjelang hari raya idul fitri yang tidak lama lagi, " ungkap nya.
saya bukan orang politik cuma masyarakat kecil jangan pembangunan Waterfront cuma dijadikan janji politik apalagi sebelum terpilih pak gubernur pernah berjanji akan membangun Waterfront City," ungkap salah satu pengunjung.
Ini sudah hampir dua tahun tidak ada bayangan sama sekali gelap gulita, " tutup salah satu pengunjung Istana Alwatzikoebillah Sambas. (Samsul Hidayat )

Komentar
