‎Kualuh Hilir Darurat Judi: Masyarakat Desak Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Turun Tangan, Jabatan Kapolsek Kini Dipertaruhkan -->

Iklan Semua Halaman

‎Kualuh Hilir Darurat Judi: Masyarakat Desak Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Turun Tangan, Jabatan Kapolsek Kini Dipertaruhkan

Kabar Investigasi
Senin, 23 Februari 2026

 


‎LABURA – Kepercayaan publik terhadap Polsek Kualuh Hilir berada di titik nadir. Bungkamnya aparat kepolisian setempat terhadap menjamurnya judi tembak ikan memicu mosi tidak percaya yang meluas. Kini, harapan warga tidak lagi digantungkan pada aparat lokal, melainkan langsung kepada pucuk pimpinan di Provinsi Sumatera Utara.

‎Melihat situasi yang kian tak terkendali, tokoh masyarakat dan pemuda setempat mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan untuk segera turun tangan. Masyarakat menilai, jika hanya mengandalkan personel di tingkat Polsek, meja-meja judi tersebut seolah memiliki "kekebalan" yang tak tertembus.


‎"Kami memohon kepada Bapak Kapolda Sumut dan Bapak Pangdam I/BB untuk mengirimkan tim khusus ke Kualuh Hilir. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar patroli formalitas yang hasilnya nihil. Jangan biarkan wilayah kami rusak karena pembiaran terhadap penyakit masyarakat ini," ujar seorang perwakilan warga dengan nada geram.

‎Dugaan Ketidakmampuan Polsek Kualuh Hilir dalam memberantas judi meski sudah menjadi sorotan media memicu desakan keras agar pimpinan kepolisian segera mengevaluasi struktur jabatan di wilayah tersebut. Publik menuntut agar Kapolsek Kualuh Hilir segera dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal total dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.


‎"Jika pemberitaan sudah masif tapi tindakan tetap nol, maka hanya ada dua kemungkinan: Kapolsek tidak tahu apa yang terjadi di wilayahnya sendiri, atau sengaja menutup mata. Dalam kedua kondisi itu, dia sudah tidak layak menjabat. Copot saja!" tegas seorang aktivis hukum yang memantau perkembangan kasus ini.

‎Diduga Sikap diamnya Polsek Kualuh Hilir memperkuat dugaan adanya keterlibatan atau perlindungan dari oknum tertentu. Masyarakat mempertanyakan mengapa hukum tampak tajam ke bawah namun tumpul di hadapan bandar judi tembak ikan.

Kini, bola panas berada di tangan Polda Sumut. Apakah instruksi "bersihkan judi" dari Mabes Polri benar-benar berlaku di Kualuh Hilir, ataukah wilayah ini akan tetap menjadi "wilayah khusus" yang tak tersentuh hukum?...., Masyarakat menanti keberanian Kapolda Sumut untuk melakukan pembersihan besar-besaran, termasuk mencopot pejabat yang terbukti lalai atau bermain mata dengan bandar judi.

‎Rep___NR Hasib