BOGOR -- Bupati PALI Asgianto.ST bersama Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji.SH juga di dampingi oleh ketua DPRD H.Ubaidilah.SH , Plt Asisten II ,Kasat Satpo-PP , Kabag Prokopin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (2/2/2026), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.
Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diikuti sebanyak 4.453 peserta dari seluruh Indonesia.
"Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC),
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan nasional adalah memastikan kualitas hidup rakyat benar-benar meningkat secara nyata dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Presiden, kualitas hidup yang dimaksud mencakup terpenuhinya kebutuhan pangan bergizi, jaminan kesehatan yang baik, akses pendidikan yang layak, serta penghasilan masyarakat yang memadai.
Ia menekankan bahwa seluruh program pemerintah pusat dan daerah harus berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar pada capaian administratif.
Presiden menjelaskan bahwa strategi pembangunan tersebut dijalankan melalui 8 misi Asta Cita yang menjadi pedoman utama arah pembangunan nasional.
Selain itu, terdapat 17 program prioritas yang dirancang untuk mempercepat pencapaian target pembangunan di berbagai sektor strategis.
Presiden juga menyoroti pentingnya program hasil terbaik cepat yang dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat dalam waktu relatif singkat.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, Presiden secara khusus memaparkan program Sekolah Rakyat sebagai inovasi yang jarang dilakukan di banyak negara.
Program Sekolah Rakyat ini, kata Presiden, menyasar anak-anak dari kelompok paling tidak mampu agar dapat bersekolah di sekolah berasrama.
Melalui konsep tersebut, anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga lingkungan pembinaan yang mendukung perubahan masa depan mereka.
Presiden menyebut Sekolah Rakyat sebagai miniatur program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi, karena tidak hanya menyentuh anak, tetapi juga memberdayakan orang tua.
Orang tua siswa Sekolah Rakyat, lanjutnya, turut dilibatkan dalam berbagai program prioritas nasional agar keluarga tersebut benar-benar keluar dari lingkaran kemiskinan.
Novriadi

Komentar