SAMBAS – Jumat 30/1/2026 Ketergantungan fiskal Kabupaten Sambas terhadap Pemerintah Pusat masih tergolong tinggi.
Menanggapi fenomena ini, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sambas angkat bicara mengenai urgensi transformasi ekonomi daerah.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Sambas dinilai memiliki modal kuat untuk berdiri di atas kaki sendiri melalui penggalian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih agresif dan inovatif.
Menurut Ketua DPC PWRI Sambas, status daerah perbatasan jangan lagi hanya dianggap sebagai "halaman belakang" atau sekadar jalur perlintasan. Strategi pembangunan harus bergeser menjadikan Sambas sebagai Gerbang Ekonomi Internasional.
"Kita tidak bisa selamanya mengandalkan kucuran dana pusat. Sambas punya posisi geopolitik yang sangat strategis. Jika kita mampu mengelola potensi perbatasan secara mandiri, Sambas bukan lagi sekadar penonton, tapi pemain utama ekonomi di Kalimantan Barat," ujarnya dalam sebuah diskusi strategis.
Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, PWRI Sambas menyoroti tiga sektor utama yang harus dioptimalkan:
- Logistik & Perdagangan Digitalisasi retribusi di titik perbatasan dan pengembangan kawasan pergudangan di sekitar PLBN (Pos Lintas Batas Negara).
- Pariwisata Bahari & Sejarah Revitalisasi aset sejarah dan wisata pantai dengan manajemen profesional tanpa menghilangkan kearifan lokal.
- Pertanian & Perkebunan Hilirisasi produk unggulan (seperti jeruk dan lada) agar memiliki nilai tambah sebelum diekspor ke negara tetangga.
Ketua DPC PWRI juga menekankan bahwa kebocoran PAD sering terjadi karena sistem pemungutan yang masih konvensional. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mempercepat digitalisasi sistem retribusi dan pajak.
"Transparansi adalah kunci. Dengan sistem digital, potensi PAD yang selama ini 'menguap' bisa masuk secara utuh ke kas daerah. Selain itu, peningkatan kualitas SDM lokal di perbatasan harus menjadi prioritas agar kita tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing," tambahnya.
DPC PWRI Kabupaten Sambas berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah melalui pemberitaan yang konstruktif. Peran media sangat krusial dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ketaatan pajak dan mendukung investasi yang masuk ke daerah.
"Tujuannya satu: Sambas yang Mandiri. Kita ingin melihat Sambas yang mampu membiayai pembangunannya sendiri dari hasil bumi dan keringat warganya sendiri, demi kesejahteraan masyarakat di serambi depan NKRI ini."
kita percayakan dibawah Sambas Berkah Berkemajuan ( Satono - Hero ) hal itu Insya Allah akan terwujud." Tutupnya. Redaksi Kabar Investigasi id.

Komentar

