Jakarta, 12 Januari 2026 -- Kost Timbos Devid Cirendeu Residence dengan Doa kerukunan umat ,membaca gejolak dampak musibah banjir di Aceh Tamiang ,Sumut Tapanuli tengah Sibolga Sumbar , Kalsel tebing tinggi Jawa Barat Banjir Bandang.Namun didepan mata kita Depok adanya Kasus 3 Tahun miris warga masyarakat Sawangan dibiarkan menderita penyakit kulit ,DBD,Diarhe akibat banjir kiriman Kali Pasanggrahan yang anehnya dibiarkan tanggul Jebol jorok lalat kotor penuh penyakit berserakan nya.
Maraknya pelbagai organik tumpukan sampah di 2 desa Bulak Barat dan desa Cipayung Kel.Pasir Putih Kec Sawangan Kotif.Depok Jawa Barat . No Viral ,No Justice ,No Action No Attention No edukasional.
Satgas pemulihan keadaan kotif Depok langka hanya menonton layaknya artis saja , Faktor edisi terkendala para siswa ber sekolah menggunakan alat Swadaya infra struktur sumbangsih Tokoh Pemuda Ricky Soares berupa "*GETEK BAMBU & SLINX"* , hari ini kami masih menyorot issue sekelumit kendala di lapangan lntegritas penanganan massive yang masih terus menggelayut di awal tahun 2026 ini_.
*GAKORPAN MENILAI TERLALU SULIT TERHINDAR ,MASYARAKAT DARI BENCANA EKOLOGI*
Jelang tutup tahun 2025, Indonesia diamuk porak poranda bencana alam. Kita mengalami musibah dahsyat, yang terparah sejak tsunami Aceh Desember 2004 yang menewaskan sekitar 250.000 orang. Terpaan bencana ekologis menghanyutkan 3 provinsi Sumatra: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akhir November lalu. Berdasarkan BMKG data aktual Minggu, 28 Desember 2025, telah menyebabkan 1.140 orang meninggal dunia, 163 orang hilang, dan 399.172 orang menjadi pasrah dipengungsian tanpa tahu nasib rumah mereka serta pulang kemana !!??..
Bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut telah memporak-porandakan segala infrastruktur, sarana prasarana permukiman, kelangkaan air bersih dan miris kelangkaan income & sumber penghidupan di puluhan kabupaten. Catatan Tim lnvestigasi DPP GAKORPAN di lapangan kemarin Sabtu 10/1/2026 terungkapkan, 22 desa di Sumatera hilang; 13 di Aceh, 8 desa di Sumut, dan 1 desa di Sumbar. Sebanyak 1.580 kantor desa – 800 di antaranya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara – mengalami kerusakan total , sehingga roda pemerintahannya tidak dapat berjalan.
Dalam usut tuntas bongkar ungkap responsif kondisi tersebut, tetap kekeuh pemerintah pusat bersikap tidak mau ada bantuan asing dari negara luar. Indonesia negara yang kuat, begitu katanya. Di pihak lain, suara rakyat keadilan dari berbagai sudut strara kalangan, dan mensikapi keluhan terutama para korban, Kami menilai asumsi sikap ironis tersebut tidak realistik.
Sebab, hingga hari ini sejumlah daerah di Aceh masih belum mendapat bantuan .maksimal yang memadai dari pemerintah, sehingga para korban harus berjalan kaki tempuh berjam-jam untuk mendapatkan sekedar bahan pangan untuk sekali makan sehari ujar Dr Rusman Pinem SH.SSos.Pemerhati sosial ,hukum, lingkungan Aceh DPP.GAKORPAN.
Perubahan fungsi hutan alam menjadi fungsi hutan industri dan fungsi perkebunan sawit secara masif di kawasan hilir, menjadi penyumbang bencana alam signifikan .Belum lagi pembukaan hutan untuk usaha PETI & pertambangan baik legal maupun ilegal, ditambah pula pembalakan flora dan fauna habitat alam asli secara liar di hutan tropis . Daya dukung alam akhirnya punah & melemah drastis.
Kerusakan ekosistem ekologi hancur luluh tersebut, statement yang tak pernah diakui pemerintah, jelas ini faktor kebohongan publik merupakan dampak signifikan erosi dari lugunya kebijakan pemerintah yang sejak dulu mengandalkan faktor sumber daya alam (SDA) sebagai pendapatan primer utama negara. Meskipun Indonesia punya SDA sangat berlimpah, tetapi fakta menunjukkan eksploitasi berlebihan justru menyebabkan bencana parah yang melimpah pula.
Namun, berharap pemerintah berani atau mau mengoreksi instrospeksi diri akan segala kebijakan salah tersebut rasanya malu malu mengakui untuk terlalu berharap berlebihan. Maklum, dalam urusan mengeruk SDA itu berkelilingan aneka KKN kepentingan korporasi, elite oligarkhi pengusaha, penguasa pusat maupun lokal, asing, dan benang kusut problematika & fenomena bom.molotov sumbu terbalik juga sebagainya.
Reporter : Ikhsan.B

Komentar