SAMBAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi kebanggaan negara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, justru tercoreng oleh skandal kualitas bahan pangan yang memprihatinkan. Di Posyandu Sejahtera, Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, paket makanan yang didistribusikan kepada warga pada Kamis (16/07/2026) terbukti mengandung buah yang tidak layak konsumsi dalam kondisi lembek dan busuk.
Insiden ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bukti nyata kelalaian fatal dalam manajemen operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambas Tebas Mekar Sekuntum 2.
Meski pihak SPPG berdalih telah melakukan Quality Control (QC), realita di lapangan membuktikan sebaliknya. Bagaimana mungkin buah yang sudah tidak layak lolos dari proses sortir hingga ke tangan penerima manfaat jika sistem pengawasan bekerja dengan benar?.....
Kepala SPPG, Wulan Rahmawati, S.Tr.Ak., terkesan hanya bereaksi setelah insiden ini viral dan mencuat di media sosial Facebook. Langkah mengganti paket makanan setelah masalah terjadi adalah tindakan "pemadam kebakaran" yang terlambat. Mengganti barang tidak menghapus fakta bahwa ada warga yang hampir mengonsumsi makanan tidak higienis karena kelalaian pihak pengelola.
Publik tidak butuh janji evaluasi yang manis di atas kertas. Kami menuntut jawaban tegas atas kegagalan ini:
=> Pecat atau Beri Sanksi: Pihak yang bertanggung jawab dalam rantai QC harus segera dievaluasi. Kelalaian dalam menangani asupan gizi bukan hal yang bisa ditoleransi dengan sekadar "permintaan maaf".
=> Audit Investigatif: Seluruh sistem pengadaan, penyimpanan, hingga penyortiran bahan baku di SPPG Sambas Tebas harus diaudit secara menyeluruh. Jangan sampai program nasional ini dirusak oleh manajemen yang tidak profesional dan tidak amanah.
=> Jaminan Transparansi: Warga berhak tahu siapa pemasok bahan baku yang tidak layak tersebut dan mengapa mereka masih bisa masuk ke dalam sistem distribusi.
Program Makan Bergizi Gratis bukan tempat untuk bermain-main dengan kesehatan rakyat. Jika SPPG Sambas Tebas tidak mampu menjamin kualitas standar bahan pangan, maka kredibilitas mereka di mata publik sudah tamat.
Jangan tunggu ada korban keracunan massal baru melakukan perbaikan!....
Kabar Investigasi id.

Komentar