Atlet Kesayang Dan Kebangaan Bupati PALI Asgianto.ST Tidak Masuk Seleksi PPLPD Ada Apa Dengan Dispora. -->

Iklan Semua Halaman

Atlet Kesayang Dan Kebangaan Bupati PALI Asgianto.ST Tidak Masuk Seleksi PPLPD Ada Apa Dengan Dispora.

Kabar Investigasi
Kamis, 09 Juli 2026

 



PALI - Dikutip dari salah satu media online potretandalas dalam permasalahan pelaksanaan seleksi calon atlet catur Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menuai sorotan dari sejumlah kalangan dan orang tua peserta. Kamis ( 09/07/2026 ).


Polemik muncul setelah beberapa peserta yang menempati peringkat teratas di masing-masing kelompok umur justru tidak masuk dalam daftar enam atlet yang dinyatakan lolos sebagai atlet binaan PPLPD Kabupaten PALI. 


Pada seleksi tersebut, panitia menetapkan enam atlet yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yakni Khaira Aleena Kapriaga, M. Farzani Adli, Athifa Azzahra Alqodri, Taqi Fawa Al-Batani, Akira Saputri Lia, dan Faiz Nabil Maulana.


Sedangkang Muhammad Almeer Kapriaga, pecatur cilik asal SD Negeri 8 Talang Ubi, Kabupaten PALI, tidak masuk penetapan atlet binaan PPLPD kabupaten PALI. Padahal Muhammad ikut dalam seleksi U 11 dengan rengking tertinggi di peserta seleksi U.11. dan juga di U.15 U.13.


Sangat di sayangkan atlet catur yang telah membanggakan nama kabupaten PALI dalam ajang bergengsi “BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025”, ia berhasil menembus 9 besar, membuktikan bahwa Bumi Serepat Serasan tak sekadar memiliki tanah kaya sumber daya, tetapi juga ladang subur bagi lahirnya bakat dunia.


Turnamen yang digelar 28–30 Agustus 2025 di Sekolah Penabur Kelapa Gading, Jakarta, menghadirkan 244 pecatur muda dari 11 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Mongolia, Myanmar, Filipina, Rusia, Vietnam, hingga Hongkong.


Dari jumlah itu, 201 peserta berasal dari Indonesia, mewakili 35 kabupaten/kota. Kabupaten PALI sendiri mengirim empat atlet junior, dan nama Muhammad Almeer Kapriaga,mereka kini terukir dalam sejarah daerah.


Diharapkan menjadi momentum evaluasi total bagi tata kelola pembinaan atlet pelajar. Komunitas catur berharap Dispora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat dapat duduk bersama guna memberikan solusi alternatif bagi atlet-atlet potensial yang belum terakomodasi di program PPLPD agar bakat mereka tidak layu di tengah jalan. (Tim Redaksi)