Anggaran 1 Milyar Malah Mendahulukan Pembuatan Pagar, Bukannya Mendahulukan Ruang Kelas. Ada Apa Kira-Kira..... -->

Iklan Semua Halaman

Anggaran 1 Milyar Malah Mendahulukan Pembuatan Pagar, Bukannya Mendahulukan Ruang Kelas. Ada Apa Kira-Kira.....

Kabar Investigasi
Minggu, 28 Juni 2026


PALI - Alokasi anggaran pembangunan di sektor pendidikan kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat dan pemerhati kebijakan publik. Langkah sejumlah daerah yang mendahulukan proyek rehabilitasi atau pembuatan pagar mewah ketimbang memperbaiki ruang kelas yang rusak dinilai tidak mencerminkan skala prioritas yang berpihak pada keselamatan siswa. Minggu ( 28/06/2026).


Di kutip salah satu media online linksumsel yang mengatakan " DI TENGAH RUANG KELAS MEMPERHATIKAN, DINAS PENDIDIKAN PALI MEMBANGUN PAGAR SENILAI 1 M " sedangkan di kabupaten PALI masih banyak ruang kelas atau bangunan kelas yang harus di perbaiki atau di renovasi.contoh salah satu sekolah SMP 33 Talang Ubi sangat memperhatikan.bahkan sudah berulang kali di ajukan tapi tidak sama sekali terelisani sampai sekarang.


Kritik ini mencuat setelah sejumlah laporan media online berbasis data lapangan mengungkap adanya proyek pemagaran sekolah bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Padahal, di saat yang sama, sekolah tersebut masih didera masalah klasik seperti atap bocor, plafon lapuk, hingga kekurangan ruang belajar yang layak. 


"Adi salah satu koordinator Tim Pemantau korupsi Daerah juga Pengamat kebijakan pendidikan menilai, dinas terkait dan pihak sekolah harus lebih peka dalam memilah kebutuhan yang mendesak (urgent) dan kebutuhan penunjang. 


Pagar sekolah memang memiliki fungsi penting untuk menjaga keamanan aset, membatasi akses luar, serta memberikan nilai estetika. Namun, membiarkan ruang kelas dalam kondisi memprihatinkan demi mengejar proyek fisik luar dianggap sebagai langkah yang keliru.


"Ruang kelas adalah tempat utama terjadinya kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika kondisinya rusak berat, hal itu tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa siswa dan guru di dalamnya. Skala prioritas anggaran harusnya mengacu pada asas manfaat langsung dan keselamatan," ujar Adi salah satu pemerhati pembangunan daerah


Oleh karena itu, sinergi pemerintah daerah dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sangat diharapkan agar tepat sasaran dan mendahulukan perbaikan ruang kelas yang rusak parah.Masyarakat berharap, pihak berwenang dapat mengevaluasi kembali setiap proyek fisik yang berjalan agar dana pendidikan yang bersumber dari uang rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya secara optimal demi kenyamanan generasi bangsa.


Rep : Nopriadi