Klarifikasi dan Permohonan Maaf Terkait Isu Penjualan Pertalite Rp 22.000. -->

Iklan Semua Halaman

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Terkait Isu Penjualan Pertalite Rp 22.000.

Kabar Investigasi
Sabtu, 14 Maret 2026

 



Kalbar – Kecamatan Teluk Keramat Menanggapi isu yang berkembang pesat di media sosial mengenai dugaan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite seharga Rp 22.000 per liter kepada pengguna kendaraan roda dua, pihak Pemilik Kios ( saudara Lani ) secara resmi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat.


Kabar tersebut sebelumnya memicu reaksi beragam dari netizen setelah sebuah unggahan menunjukkan adanya selisih harga yang sangat signifikan dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah.


Pemilik Kios ( Lani ) menyatakan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan, kegaduhan, dan kerugian yang dialami oleh para pelanggan, khususnya pengguna kendaraan roda dua.


"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat atas kejadian yang terjadi. Kami menyadari bahwa hal ini telah mencederai kepercayaan pelanggan setia kami. Tidak ada pembenaran atas ketidaksesuaian harga tersebut, baik itu disebabkan oleh kendala sistem maupun kelalaian oknum di lapangan," ujar Lani Sabtu 14/3/ 2026. Lanjut. Waktu kejadian tersebut kami tidak berjualan ( kios tutup) diketahui bahwa inisial AM dan AP menjual pertalite milik pribadi nya di area kios kami, " pungkasnya.


Perihal: Klarifikasi Terkait Penjualan BBM Pertalite di Depan Kios Saudara Lani

Dengan hormat,

Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai adanya praktik penjualan BBM jenis Pertalite dengan harga Rp 22.000,- per liter yang terjadi di depan Kios Saudara Lani, saya atas nama pribadi ingin menyampaikan beberapa poin klarifikasi sebagai berikut:



Permohonan Maaf: Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pihak-pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Saya menyadari bahwa hal ini telah menimbulkan ketidaknyamanan.


Kondisi Kios: Perlu saya jelaskan bahwa pada saat kejadian tersebut berlangsung, Kios Saudara Lani dalam keadaan tutup. Tindakan tersebut terjadi di area depan kios tanpa adanya keterlibatan operasional resmi dari pemilik kios.


Status Pribadi: Saya ingin menegaskan bahwa saya pribadi bukanlah seorang pengecer BBM. Kejadian tersebut merupakan kekeliruan atau tindakan spontan yang tidak mencerminkan aktivitas keseharian saya maupun profesi saya sebagai petani. 


Komitmen: Saya menyesali atas terjadinya kesalahpahaman ini dan berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat merugikan kepentingan publik atau melanggar ketentuan yang berlaku.


Demikian klarifikasi ini saya sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Sekali lagi, saya memohon maaf atas kekhilafan yang telah terjadi.


Terima kasih atas pengertiannya." Ungkap inisial AM dan AP ( pelaku). Kepala Dusun Sepandan, Desa Sepadu. Saudara Dodi di dampingi beberapa perangkat Desa tokoh masyarakat lokal Lembaga/ wartawan serta beberapa saksi mata membenarkan kejadian tersebut. Kadus Sepandan menjelaskan " terkait masalah ini sudah di selesaikan secara kekeluargaan dan saling bermaaf-maafan agar semua pihak saling mengerti " Tutupnya. 


Kabar investigasi Id