PALI – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Pendopo Field bersama sejumlah wartawan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) justru menuai sorotan tajam. Acara yang seharusnya menjadi momentum silaturahmi dan mempererat kemitraan dengan insan pers itu dinilai berlangsung tidak proporsional, bahkan terkesan tebang pilih.
Sejumlah organisasi wartawan di Kabupaten PALI mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi maupun undangan terkait agenda tersebut. Kondisi ini memunculkan kekecewaan dan mempertanyakan komitmen perusahaan pelat merah itu dalam menjalin hubungan yang terbuka dan profesional dengan media.
Kegiatan buka bersama itu diketahui berlangsung pada Senin sore, 9 Maret 2026, di Gedung Assendora Komperta PT Pertamina Pendopo Field. Namun dalam pelaksanaannya, pihak perusahaan disebut hanya mengundang sejumlah wartawan dan pihak tertentu yang dipilih langsung oleh internal perusahaan tanpa adanya transparansi ataupun koordinasi dengan organisasi pers yang ada di daerah.
Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten PALI, Novriadi, menyampaikan kekecewaannya atas sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai keberadaan organisasi wartawan di daerah.
Menurut Novriadi, dirinya sempat mencoba mengonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina terkait kegiatan tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun jawaban yang diterima justru memperkuat kesan bahwa perusahaan memang hanya mengundang kelompok tertentu yang selama ini dianggap memiliki komunikasi dengan mereka.
“Waalaikumsalam. Untuk acara kali ini kami mengundang via organisasi yang selama ini sudah sering komunikasi dengan kami. Bila organisasi Bapak belum terundang, semoga ada kesempatan lain untuk kita bisa berjumpa. Terima kasih,” tulis salah satu pihak Pertamina dalam pesan balasan tersebut.
Bagi Novriadi, jawaban tersebut justru memperlihatkan pola komunikasi yang tidak sehat serta mencerminkan sikap diskriminatif terhadap organisasi pers lain yang juga memiliki legalitas dan aktivitas jurnalistik di Kabupaten PALI.
Ia menegaskan bahwa kegiatan berbuka puasa bersama pada bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi ruang silaturahmi yang terbuka, bukan justru dijadikan ajang seleksi sepihak yang berpotensi memecah hubungan antarinsan pers.
“Seharusnya kegiatan seperti ini dilakukan secara terbuka dan proporsional. Kami ini organisasi pers resmi yang juga menjalankan fungsi kontrol sosial dan turut mengawal aktivitas perusahaan di daerah. Tetapi tidak ada pemberitahuan, tidak ada komunikasi, apalagi undangan resmi,” tegas Novriadi.
Ia bahkan menilai belakangan ini pihak Pertamina Pendopo Field cenderung bersikap tertutup dan memilih menjalankan kegiatan secara diam-diam tanpa melibatkan seluruh elemen pers.
“Sekarang ini terkesan setiap ada kegiatan dilakukan secara ‘konop-konop’. Organisasi pers yang ada di PALI seolah hanya dianggap pelengkap ketika dibutuhkan, bukan sebagai mitra strategis,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, pola komunikasi yang tidak transparan seperti ini dapat menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat, sekaligus mencederai semangat keterbukaan informasi publik.
Padahal, kata Novriadi, keberadaan media memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan informasi serta membantu perusahaan dalam menyampaikan program, kegiatan, maupun kontribusinya kepada masyarakat.
“Jika pola komunikasi yang tertutup dan tebang pilih seperti ini terus dipertahankan, maka bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap Pertamina di Kabupaten PALI akan semakin menurun,” pungkasnya.
Sejumlah kalangan pun berharap ke depan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Pendopo Field dapat memperbaiki pola komunikasi dan kemitraannya dengan insan pers secara lebih terbuka, adil, dan profesional, agar hubungan antara perusahaan dan media tetap terjaga secara sehat serta konstruktif.
Rep : Nopriadi

Komentar