Semarang, Jawa Tengah – Minggu pagi (10/8/2025) di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, udara terasa lebih segar dari biasanya. Warga RT 09/RW 15 berbondong-bondong keluar rumah, mengenakan kaos santai, topi, dan senyum lebar di wajah mereka. Hari itu, jalan kecil di kampung mereka dipenuhi canda, tawa, dan langkah-langkah penuh semangat dalam acara Jalan Santai menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Kegiatan dimulai tepat pukul 06.30 WIB. Rute sepanjang 5 kilometer membawa peserta melewati Bundaran Perumahan Metro Jaya dan titik-titik yang sudah disiapkan panitia, lalu berakhir di depan rumah Ketua RT 09/RW 15, Bapak Sambang. Tidak ada yang terburu-buru; setiap langkah diselingi sapaan hangat, cerita ringan, dan suara anak-anak yang berlari kecil sambil tertawa.
Setelah garis finish dilewati, suasana tak kalah meriah. Meja-meja berisi makanan dan minuman sudah siap menanti, membuat peserta bisa melepas lelah sambil mengobrol. Namun kemeriahan sebenarnya dimulai ketika perlombaan tradisional digelar: lomba menangkap ikan untuk anak-anak, memukul balon air dengan mata tertutup, hingga tantangan memancing plastik gantung di atas kepala. Sorak-sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap momen lucu yang terjadi.
Tak hanya hiburan, panitia juga menyiapkan hadiah-hadiah menarik seperti sepeda santai, kipas angin, hingga perlengkapan dapur. Beberapa warga pulang dengan hadiah di tangan, namun semua warga pulang dengan hati yang gembira.
Di tengah acara, Achmad Effendy—warga sekaligus jurnalis KabarInvestigasi.id—menyampaikan apresiasinya kepada Bapak Nuzul, Bendahara RT 09/RW 15, yang tak hanya mengatur keuangan, tetapi juga menjadi donatur dan motor penggerak kegiatan.
> “Beliau selalu menyisihkan rezekinya untuk kegiatan warga. Semoga selalu sehat dan rezekinya dilancarkan,” ujarnya.
Bapak Sambang, Ketua RT 09/RW 15, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan harapan besar untuk kegiatan ini.
> “Kegiatan seperti ini mengikat kebersamaan kita. Semoga bisa menjadi tradisi tahunan dan menginspirasi RT lain untuk terus menjaga persaudaraan,” tuturnya.
Hari itu bukan hanya tentang jalan santai, tetapi tentang menguatkan ikatan antarwarga, berbagi tawa, dan menciptakan kenangan bersama. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tapi juga dirasakan—di jalan kampung, di meja makan bersama, dan di hati setiap warga.
Redpel – Achmad Effendy