LABUHANBATU UTARA — Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, pendekatan humanis dan kehadiran institusi kepolisian di tengah-tengah ruang ibadah menjadi salah satu pilar utama dalam merawat ketertiban umum. Jumat siang yang khidmat di Mesjid Jami'k, Kelurahan Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menjadi saksi nyata pelaksanaan program Jumat Keliling yang diinisiasi oleh jajaran Polsek Kualuh Leidong, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berpijak pada Surat Perintah Kapolres Labuhanbatu Nomor: Sprint/1654/X/HUK.6.6./2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi konkret dari doktrin Polri Untuk Masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolsek Kualuh Leidong, AKP Mangatas Samosir, S.H., jajaran kepolisian setempat memilih untuk melebur bersama sekitar 120 orang jamaah—menunaikan kewajiban religius sekaligus merajut komunikasi dua arah dengan warga.
Pelaksanaan Sholat Jumat yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Wandi selaku khatib dan imam berlangsung dengan khusyuk. Namun, esensi dari agenda Jumat Keliling ini melampaui batas-batas ritual ibadah vertikal. Usai pelaksanaan sholat, personel Polsek Kualuh Leidong yang diwakili oleh Kanit Reskrim IPDA Andi Fahri Hasibuan, S.H., M.H., Kanit Propam Aiptu Suang Sembiring, dan Ba. Unit Reskrim Aipda Rahmat Hidayat, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan strategis terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pendekatan dialogis dikedepankan. Alih-alih sekadar memberikan imbauan satu arah, para perwira dan bintara tersebut membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluh kesah, serta dinamika perkembangan situasi keamanan di tingkat akar rumput.
"Kehadiran Polri di ruang-ruang publik keagamaan adalah bentuk komitmen moral untuk mendengarkan langsung denyut nadi permasalahan di tengah masyarakat. Stabilitas Kamtibmas tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi aktif dan transparansi komunikasi antara warga dan penegak hukum," ujar salah satu perwira di lokasi.
Dalam arahannya kepada para jamaah, isu krusial mengenai pemberantasan narkotika mendominasi pesan Kamtibmas yang disampaikan. Peredaran gelap narkoba dipandang sebagai musuh bersama yang merusak sendi-sendi moral generasi muda. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk tidak sekadar menjauhi barang haram tersebut, tetapi juga memiliki keberanian kolektif untuk bersama-sama mengikis rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Kualuh Leidong.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang sarat makna kebersamaan ini, Polsek Kualuh Leidong menyalurkan santunan kepada 20 orang anak yatim/piatu warga Kelurahan Tanjung Leidong. Aksi filantropis ini menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas harus selalu berjalan seiring dengan empati sosial dan kepedulian terhadap kaum yang rentan.
Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Keliling di Mesjid Jami'k Tanjung Leidong dilaporkan selesai pada pukul 13.30 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian yang merangkul masyarakat secara kultural dan religius ini diharapkan mampu memperkokoh social trust (kepercayaan sosial) publik terhadap institusi Polri.
Laporan resmi kegiatan ini telah diteruskan secara berjenjang kepada Kapolres Labuhanbatu, Waka Polres, para Kabag, Kasat Intelkam, serta Kasi Propam Polres Labuhanbatu sebagai bagian dari akuntabilitas operasional kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Rep elang_panas

Komentar