Diduga Uang Raib Saat Penarikan Tunai, Nasabah BNI Keluhkan Transaksi ATM di PPN Seketeng -->

Iklan Semua Halaman

Diduga Uang Raib Saat Penarikan Tunai, Nasabah BNI Keluhkan Transaksi ATM di PPN Seketeng

Kabar Investigasi
Kamis, 05 November 2026

 



SUMBAWA Besar, NTB – Seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) diduga mengalami kerugian saat melakukan penarikan uang tunai melalui mesin ATM di kawasan PPN, Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa, pada 25 Oktober 2026.


," Muhammad taufan ketua LSM Lingkar Hijau menerangkan Peristiwa tersebut terjadi ketika nasabah melakukan transaksi penarikan uang tunai. Namun, meskipun proses transaksi tercatat di mesin ATM dan saldo diduga telah terpotong, uang yang hendak ditarik justru tidak keluar dari mesin ATM.


Kejadian ini banyak sekali mengalami termasuk di bang BNI cabang Sumbawa besar menimbulkan keluhan dan pertanyaan dari nasabah terkait keamanan serta keandalan layanan mesin ATM BNI.


Nasabah berharap pihak Bank BNI segera melakukan pengecekan terhadap transaksi tersebut, termasuk memeriksa rekaman sistem dan riwayat transaksi ATM untuk memastikan penyebab uang tidak keluar.


saat mediasi diruangan kantor Cabang bertemu lansung dengan pimpinan cabang (pinca) mejelaskan bahwa saldo sudah masuk ke rekening Muhammad taufan, dan Muhammad menambahkan jikalau uang tersebut tidak pernah di kembalikan ke rekening pribadinya yang walaupun pinca BNI mengatakan sudah di kembalikan.


Selain itu, nasabah juga meminta agar pihak bank segera memberikan penjelasan dan mengembalikan dana apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kegagalan transaksi.


Persoalan transaksi ATM yang gagal tetapi saldo terpotong perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak perbankan. Nasabah berhak memperoleh kejelasan atas setiap transaksi yang dilakukan melalui layanan perbankan.


Pihak Bank BNI diharapkan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank BNI terkait kejadian tersebut. Redaksi Kabar Investasi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak BNI.( Ags )