PALI, Minggu ( 13/09/2026 ) - Dampak musim kemarau panjang tahun ini kian membawa nestapa mendalam bagi masyarakat di berbagai daerah terdampak kekeringan ekstrem. Tidak hanya sumur-sumur gali milik warga yang telah lama mengering, sejumlah embung yang menjadi tumpuan utama pasokan air dan kondisinya sudah rata dengan tanah, menyisakan lumpur yang pecah-pecah.
Situasi kritis ini memaksa warga yang mayoritas berada dalam kondisi ekonomi sulit untuk mengambil langkah pahit.membeli air bersih dari tangki swasta demi bertahan hidup. Bagi masyarakat, kondisi ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. sudah sengsara akibat kekeringan, kini beban hidup mereka bertambah sengsara karena harus merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk urusan air minum dan memasak.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya terlihat jelas jauh dari jangkauan pipa PDAM. Embung yang biasanya menampung ribuan kubik air hujan juga kering Akibatnya, hewan ternak kelaparan dan ladang pertanian warga dipastikan gagal panen.
"Sumur di rumah sudah kering sampai dasarnya kelihatan. Embung yang biasanya jadi harapan terakhir kami juga sudah mati total, kering kerontang. Sekarang mau tidak mau harus beli air. Harganya mahal sekali bagi kami yang cuma petani. Pengeluaran jadi membengkak, kami benar-benar sudah sengsara tambah sengsara," ungkap salah seorang perwakilan warga terdampak dengan nada lirih.
Untuk satu tangki air bersih ukuran 5.000 liter, warga harus membayar ratusan ribu rupiah. Pasokan air tersebut biasanya hanya bertahan satu hingga dua minggu untuk satu keluarga jika digunakan dengan sangat hemat.
Bagi warga miskin yang tidak mampu membeli air tangki secara mandiri, mereka terpaksa patungan dengan tetangga atau terpaksa mengantre berjam-jam saat ada bantuan dropping air bersih gratis dari pemerintah daerah, BPBD, atau relawan sosial.
Pemandangan yang sangat memilukan terlihat Warga dari berbagai usia, termasuk ibu-ibu dan lansia, harus memikul jeriken berat di bawah terik matahari yang menyengat demi membawa pulang beberapa liter air bersih ke rumah.Masyarakat sangat berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat berupa pengiriman air tangki sementara, melainkan solusi nyata jangka panjang.
Warga mendesak adanya program pendalaman embung, pembuatan sumur bor dalam, serta perluasan jaringan pipa air bersih agar penderitaan menahun akibat kemarau panjang ini bisa segera diakhiri ( Tim Redaksi ).

Komentar