PALI — Terkait adanya isu tahu mentah yang disajikan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Betung Abab, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Pengelola MBG Betung Abab, Tomi, memberikan klarifikasi tegas.
Pihak dapur MBG membantah keras tudingan tersebut. Menurut Tomi, tahu yang beredar dalam pemberitaan itu bukanlah tahu mentah.
“Tahu tersebut sudah melalui proses produksi dan pengolahan seperti tahu-tahu pada umumnya. Tidak benar jika disebut mentah,” tegas Tomi, Selasa (8/9/2026).
Terkait sorotan warganet soal ukuran menu yang dinilai kecil, Tomi juga meluruskan. Ia menyebut porsi yang disalurkan sudah sesuai dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Untuk ukuran menu itu sudah standar nasional. Kami berkomitmen ke depan akan terus memberikan pelayanan terbaik dengan menu yang memenuhi standar gizi.
Terkait berita viral menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di *SPPG PALI BETUNG BARAT* yang dirilis tanggal 7 September 2026 pukul 19:14 WIB.
PERIHAL TAHU TERINDIKASI KURANG MATANG .
FAKTA 1.
- Berita rilis tgl 7 September 2026 pukul 19:14 WIB. Namun menu yang diberitakan atau diviralkan merupakan menu tgl 1 September 2026. Foto yang ditampilkan pada berita bukan poto di dalam ompreng, melainkan foto yang sudah di bawa pulang. Dan ada pun menu saat itu adalah :
1. Nasi Putih
2. Ikan Patin Krispy+Saos
3. Tahu Goreng (porsi kecil)
4. Tahu Tumis Siram (porsi besar)
5. Lalapan Timun dan Tomat
6. Buah Jeruk
FAKTA-FAKTA DI LAPANGAN.
- Tahu di goreng hingga matang, hanya saja terlihat kurang garing.
- Sudah sering di arahkan pada penerima manfaat untuk tidak boleh membawa pulang.
- Foto makanan yang di viralkan tidak lagi didalam ompreng melainkan sudah di bawa pulang.
- Nilai kandungan gizi sudah sesuai dengan AKG yang sudah ditetapkan.
- foto yang tampilkan terindikasi sengaja di kuliti bagian matangnya, sehingga terlihat sangat putih.
Hingga saat ini, dapur MBG Betung Abab masih terus beroperasi menyalurkan makanan bergizi gratis kepada penerima manfaat di wilayah Abab. Pihak pengelola berharap tidak ada lagi informasi yang menyesatkan terkait pelaksanaan program MBG," Ungkap. ( Red ).

Komentar