kalbar -- Musim kemarau yang diiringi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kembali menguji ketahanan kesehatan masyarakat. Paparan kabut asap pekat tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga mengancam organ vital pernapasan. Kabupaten Sambas menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari krisis lingkungan ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, ancaman penyakit saluran pernapasan tidak bisa dipandang sebelah mata. Hingga minggu ke-32 pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 905 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Jika melihat rekam jejak pada tahun 2025 lalu yang mencatatkan total 17.452 kasus, angka ini menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk lebih waspada dan sadar akan pentingnya menjaga kualitas udara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ponidi," menegaskan bahwa kesadaran bersama dan langkah preventif adalah kunci utama dalam melindungi keluarga dari paparan asap karhutla.
"Kabut asap dari karhutla ini menjadi pemicu utama melonjaknya kasus ISPA. Ini bukan sekadar masalah lingkungan biasa, melainkan ancaman nyata bagi fungsi paru-paru dan saluran pernapasan kita, terutama bagi anak-anak dan lansia," tegas Ponidi.
Untuk menekan risiko bahaya ISPA, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas membagikan beberapa panduan hidup sehat yang wajib diterapkan masyarakat selama masa rawan asap:
Kurangi kegiatan fisik di luar gedung, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat): Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, buah-buahan kaya vitamin C, serta istirahat yang cukup.
Menghadapi tantangan kabut asap ini, masyarakat Sambas diimbau untuk tidak hanya pasif melindungi diri, tetapi juga aktif menjadi bagian dari solusi. Kesadaran untuk tidak membakar lahan secara sembarangan adalah bentuk kepedulian tertinggi terhadap keselamatan sesama.
Dengan saling menjaga, menerapkan pola hidup sehat, serta melaporkan titik api sejak dini, masyarakat Sambas yakin mampu melewati ancaman krisis kesehatan ini dengan kuat dan sehat. Pihak jajaran fasilitas kesehatan daerah pun terus disiagakan untuk memberikan pelayanan serta penanganan medis cepat bagi warga yang membutuhkan." Pungkasnya.
Rep : Tim Kabarinvestigasi.id

Komentar
