Labuhan Batu — Keberadaan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Kualuh Ledong kian memprihatinkan. Kinerja Unit Reskrim Polsek Kualuh Ledong kini berada di bawah sorotan tajam publik akibat terkesan tumpul dan terkesan melakukan pembiaran terhadap praktik kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berlangsung tepat di depan mata mereka.
Sorotan keras ini memuncak meny meny menyikapi maraknya aktivitas transaksi narkoba di Dusun Sei 2, Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Ledong. Hal yang sangat ironis dan mengejutkan, lokasi transaksi tersebut berada di radius yang sangat dekat dari Markas Polsek Kualuh Ledong.
Diduga Dilindungi, Sosok "Putra" Jadi Cermin Lemahnya Penegakan Hukum
Berdasarkan penelusuran dan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, peredaran barang haram di kawasan tersebut dikendalikan oleh seorang pengedar utama berinisial P alias Putra. Aksinya tak lagi membikin resah skala lokal, melainkan telah menggurita hingga melayani jejaring pasokan di Desa Air Hitam, Desa Pangkal Lunang, hingga Kelurahan Tanjung Ledong.
Kendati nama dan aktivitas terduga pelaku sudah menjadi "rahasia umum" di tengah-tengah masyarakat, tidak adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum tingkat Polsek memicu presumsi negatif. Muncul dugaan kuat di tengah publik bahwa ada pembiaran sistematis atau bahkan pemeliharaan terhadap praktik ilegal ini.
Langkah Polsek Kualuh Ledong yang dinilai pasif memicu krisis kepercayaan (distrust) yang mendalam dari warga terhadap komitmen pemberantasan narkoba di tingkat kecamatan.
Merasa aspirasi dan keluhannya tidak direspon oleh tingkat Polsek, masyarakat Kualuh Ledong kini menggantungkan harapan penuh kepada jajaran pimpinan yang lebih tinggi, yakni Polres Labuhanbatu.
Warga secara terbuka menantang keberanian dan integritas Kapolres Labuhanbatu beserta Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu untuk memimpin langsung penindakan, membongkar jaringan ini, dan menangkap pengedar berinisial P alias Putra.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Air Hitam yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keselamatan, menyampaikan keprihatinannya secara mendalam atas kondisi yang kian tak terkendali ini.
"Kami sangat heran dan bingung. Dusun Sei 2 ini jaraknya sangat dekat dengan Kantor Polsek Kualuh Ledong, tapi kenapa peredaran sabu oleh Si Putra ini seolah-olah tidak tersentuh hukum sama sekali? Anak-anak muda di Desa Air Hitam, Pangkal Lunang, sampai Tanjung Ledong sudah banyak yang hancur karena barang haram dari dia," ungkap warga tersebut dengan nada kecewa.
"Jujur, kami masyarakat di sini sudah tidak percaya lagi dengan kinerja Reskrim Polsek Kualuh Ledong. Kalau memang Polsek tidak sanggup atau tidak berani menangkap Putra, kami menantang Bapak Kapolres Labuhanbatu dan timnya untuk turun langsung ke lapangan. Buktikan kepada kami bahwa hukum masih ada dan tidak kalah oleh pengedar narkoba," tegasnya.
Kehadiran narkoba yang kian masif di Kualuh Ledong bukan sekadar masalah pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda di kawasan pesisir Labuhanbatu Utara tersebut.
Publik kini menanti dengan cermat: Apakah Polres Labuhanbatu akan menjawab tantangan masyarakat ini dengan tindakan nyata berupa penangkapan dan pembersihan jaringan narkoba, atau justru membiarkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian semakin merosot?
Rep NR/tim

Komentar