Bau Busuk Proyek Rp3,1 Miliar "Rehabilitasi Irigasi Rawa Pimpinan" Sambas: Anggaran Miliaran Hasil Nol, LIDIK Kalbar Pastikan Seret Mafia Anggaran ke Penegak Hukum!.... -->

Iklan Semua Halaman

Bau Busuk Proyek Rp3,1 Miliar "Rehabilitasi Irigasi Rawa Pimpinan" Sambas: Anggaran Miliaran Hasil Nol, LIDIK Kalbar Pastikan Seret Mafia Anggaran ke Penegak Hukum!....

Kabar Investigasi
Minggu, 23 Agustus 2026




SAMBAS – Alokasi anggaran fantastis bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 senilai Rp3,1 miliar untuk paket pekerjaan Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Pimpinan Komplek, Kabupaten Sambas, benar-benar menampar wajah keadilan publik. Berdasarkan hasil investigasi langsung di lapangan yang dilakukan oleh Pimpinan Umum media Kabar Investigasi ID bersama koalisi awak media, proyek di bawah kendali Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I ini terbukti sarat aroma rasuah, fiktif, dan sama sekali tidak memberikan manfaat sedikit pun bagi masyarakat.


Pimpinan Umum Kabar Investigasi ID yang turun langsung membedah titik pengerjaan menemukan fakta telanjang: proyek berbanderol miliaran rupiah ini dikerjakan secara asal-asalan dan dibiarkan terbengkalai. Menanggapi temuan memalukan ini, Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIDIK) Kalimantan Barat, Turyadi, langsung mengamuk dan mengecam keras mentalitas para pelaksana proyek yang diduga kuat sengaja merampok uang rakyat.


"Ini pelecehan terang-terangan terhadap uang negara! Anggaran APBN digelontorkan hingga miliaran rupiah, tapi realisasinya di lapangan nol besar dan sama sekali tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. Proyek macam apa ini? Kami pastikan ini bukan sekadar kelalaian, melainkan kejahatan terstruktur dan indikasi kerugian negara yang sengaja dipelihara!" tegas Turyadi dengan nada geram.


Rincian Data Kontrak Proyek (LPSE):

Kode Tender: 10108709000

Nama Paket: Desain Rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Pimpinan Komplek Kab. Sambas

Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026

Satuan Kerja: Kementerian Pekerjaan Umum / BWS Kalimantan I

Nilai Pagu / HPS: Rp3.174.000.000 / Rp3.173.999.000


Sengaja Gelap Mata, Abaikan Keterbukaan Publik: Dari penelusuran langsung tim Kabar Investigasi ID dan koalisi media di lokasi, proyek irigasi ini sengaja berjalan tanpa papan plang informasi. Turyadi menegaskan ketiadaan plang proyek ini sebagai bukti sahih bahwa kontraktor dan oknum pejabat bermain kucing-kucingan untuk merampok anggaran secara diam-diam.




Indikasi Kuat Kerugian Negara & Proyek Siluman: Dana Rp3,1 miliar lenyap tanpa bekas di atas saluran air yang tetap dipenuhi gulma dan terbengkalai. LIDIK Kalbar mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata atas dugaan mark-up brutal dan potensi kerugian keuangan negara yang masif ini.


Eksploitasi Pekerja di Tengah Gelontoran Dana Jumbo: Di tengah aliran dana miliaran rupiah, fakta di lapangan justru menyingkap tragedi kemanusiaan. Para pekerja lokal diupah secara tidak manusiawi dengan sistem borongan manual yang sangat murah, yakni hanya Rp2.500 per meter. "Anggaran miliaran rupiah dikorupsi, pekerjanya diupah secara tidak layak. Ini mentalitas biadab kontraktor yang mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat!" tandas Turyadi.


Langkah Hukum Tanpa Ampun: Mengakhiri investigasi lapangan ini, Turyadi menegaskan bahwa LIDIK Kalbar tidak akan memberi ruang kompromi. Seluruh tumpukan bukti dan hasil investigasi Kabar Investigasi ID akan segera dibungkus dalam laporan resmi dan diserahkan langsung ke meja aparat penegak hukum untuk menyeret para pelakunya ke jeruji besi.


Redaksi Kabar Investigasi ID bersama koalisi media akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, membongkar siapa saja aktor di balik proyek siluman ini, demi menyelamatkan uang negara di Bumi Sambas!.... 

Rep : Tim Investigasi