SAMBAS – Malam puncak pemilihan Bujang dan Dare Kabupaten Sambas 2026 yang berlangsung meriah di Aula Kantor Bupati Sambas, Minggu (19/7/2026), menjadi momentum krusial bagi pengembangan generasi muda di daerah ini. Acara ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan manifestasi nyata komitmen masyarakat dan pemerintah dalam mendukung visi "Sambas Berkah Berkemajuan."
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, S.E., M.E., yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya ajang ini sebagai prioritas strategis bagi masa depan daerah.
Sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin memberikan penekanan kuat pada peran strategis Bujang dan Dare sebagai garda terdepan pembangunan daerah. Baginya, investasi pada generasi muda adalah harga mati dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan.
"Ajang ini adalah wadah pembinaan yang komprehensif. Kita tidak hanya mencari bakat, tetapi membentuk karakter generasi muda yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Mereka adalah duta yang diharapkan mampu membawa nama baik Sambas di kancah provinsi hingga nasional," tegas Ferdinan dengan lugas.
Ferdinan juga menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung program-program yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pelestarian budaya. Ia menekankan bahwa pembangunan di Sambas tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus diimbangi dengan penguatan sektor pariwisata yang berbasis pada potensi lokal yang kuat.
"Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga budaya lokal, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan kreativitas, kita wujudkan Sambas yang semakin berkah dan berkemajuan," tambahnya dengan nada motivasi yang membakar semangat para peserta dan seluruh hadirin.
Ketua Panitia Penyelenggara, Urai Guntur, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan semua pihak yang telah menyukseskan perhelatan ini. Menurutnya, kerja keras panitia dan antusiasme masyarakat adalah modal utama untuk terus menghidupkan tradisi budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
"Pemilihan Bujang dan Dare bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita secara konsisten melakukan pembinaan dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil serta berperan aktif bagi daerah," ungkap Urai Guntur.
Harapan bagi Generasi Penerus
Malam penobatan yang dihiasi dengan penampilan seni dan budaya khas Melayu Sambas tersebut mencapai puncaknya dengan penobatan pasangan Bujang dan Dare Sambas 2026. Para finalis yang terpilih kini mengemban amanah besar sebagai representasi karakter generasi muda Sambas yang berprestasi dan berbudaya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan potensi generasi muda, demi terwujudnya Kabupaten Sambas yang maju di masa depan.
Tim Kabar Investigasi ID

Komentar


