SAMBAS – Kabupaten Sambas kembali membuktikan taringnya di kancah internasional. Di bawah komando Bupati H. Satono, S.Sos.I, M.H., Bumi Sholawat bertransformasi menjadi pusat peradaban intelektual Islam melalui gelaran Seminar Internasional dan Upgrading Dai yang melibatkan delegasi dari enam negara Asia Tenggara, Rabu (8/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremonial. Di balik megahnya Aula Utama Kantor Bupati Sambas, tersirat pesan kuat tentang kedaulatan bangsa dan penguatan SDM di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Bupati Satono, dalam orasinya yang memukau, menegaskan bahwa para dai adalah duta informasi yang memiliki peran setara dengan diplomasi formal. Menurutnya, di era digital yang penuh dengan distorsi informasi, dai harus menjadi filter yang menjernihkan suasana.
"Kita tidak ingin Sambas hanya dikenal karena geografisnya yang berbatasan dengan negara tetangga. Kita ingin dunia melihat bahwa dari Sambas, lahir gagasan dakwah yang moderat, cerdas, dan faktual. Dai harus melek teknologi, tapi tetap berpijak pada data lapangan yang autentik," ujar Bupati Satono dengan nada mantap.
Sebagai tokoh yang konsisten membangun infrastruktur dan mentalitas warga, Satono mengingatkan bahwa musuh nyata saat ini adalah berita bohong yang mampu merusak tatanan sosial. Beliau menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan kebenaran informasi.
"Membangun jembatan dan jalan itu penting, tapi membangun mentalitas masyarakat jauh lebih krusial. Saya minta para dai jangan mau diadu domba oleh informasi liar. Cek fakta di lapangan, lihat dengan mata kepala sendiri pembangunan yang sedang kita gesa, lalu sampaikan kebenaran itu dengan cara yang sejuk," tegas orang nomor satu di Kabupaten Sambas tersebut.
Beliau menambahkan bahwa melalui program upgrading ini, para peserta dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina diajak untuk menyelaraskan narasi dakwah yang membangun, bukan memprovokasi. "Jangan beri ruang bagi isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.
Kehadiran narasumber lintas negara ini menandai babak baru bagi Kabupaten Sambas dalam memperkuat jaringan internasional. Diskusi tidak hanya berkutat pada teori keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan nasional, ekonomi syariah di perbatasan, dan harmonisasi antarnegara tetangga.
Pantauan tim redaksi di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para delegasi luar negeri yang mengagumi kemajuan pembangunan di Sambas di bawah kepemimpinan Satono. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa visi Sambas Berkemajuan telah merambah level global dan menjadi inspirasi di kawasan Asia Tenggara.
Laporan Utama: Tim Redaksi Kabar Investigasi ID
Penanggung Jawab: Samsul Hidayat
Lokasi: Pusat Pemerintahan Kabupaten Sambas

Komentar