“Roh-Nya Membangkitkan” — Paskah di Jakarta Barat Tegaskan Kebangkitan sebagai Gerakan Pembaharuan Hidup -->

Iklan Semua Halaman

“Roh-Nya Membangkitkan” — Paskah di Jakarta Barat Tegaskan Kebangkitan sebagai Gerakan Pembaharuan Hidup

Kabar Investigasi
Rabu, 15 April 2026


Jakarta Barat — Perayaan Paskah yang diselenggarakan oleh FGTG (From Glory to Glory) Ministry bersama PGLII DKI Jakarta dan Mahanaim Ministry di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (15/4/2026), berlangsung khidmat sekaligus sarat makna pembaharuan iman.


Mengusung tema “Roh-Nya Membangkitkan” (Roma 8:11), ibadah ini tidak hanya menjadi perayaan kebangkitan Kristus secara liturgis, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam bahwa kebangkitan adalah realitas yang harus dialami dalam kehidupan sehari-hari.


Sejak awal ibadah, suasana penuh penghayatan terasa kuat. Pujian dan penyembahan mengalir dengan nuansa reflektif, membawa jemaat masuk dalam perenungan akan kasih, pengorbanan, dan kuasa kebangkitan Kristus. Sejumlah jemaat tampak larut dalam doa, bahkan meneteskan air mata sebagai ekspresi penyerahan diri dan kerinduan akan pembaharuan hidup.


Hadir dalam perayaan tersebut sejumlah tokoh rohani, di antaranya Pdt. Dr. R.B. Rory, M.Th (Ketua PGLII DKI Jakarta), Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham (Ketua Umum BPP Sinode GBI), Pdm. David Trisnadi, MBA (Ketua Panitia), serta Ev. Dr. Indriati Tjipto Purnomo. Kehadiran para pemimpin rohani ini memperkuat pesan kebangkitan sebagai fondasi iman sekaligus panggilan pelayanan.


Puncak ibadah terjadi saat Iin Cipto menyampaikan khotbah yang menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa historis, melainkan kuasa yang hidup dan bekerja dalam diri setiap orang percaya.


“Kuasa kebangkitan Kristus adalah kuasa yang melampaui segala kuasa. Jika Roh yang membangkitkan Yesus tinggal di dalam kita, maka kita pun akan dibangkitkan. Karena itu, orang Kristen jangan tidur—orang Kristen harus bangkit,” tegasnya.


Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa iman tidak boleh berhenti pada rutinitas, melainkan harus terus diperbaharui dalam kesadaran akan karya Roh Allah yang hidup.



Lebih jauh, ia juga mengangkat realitas pelayanan yang tidak selalu berjalan mudah. Dalam pengalamannya melayani di bidang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, ia mengungkapkan adanya tantangan nyata yang harus dihadapi.


“Ada alat musik yang hilang, bahkan guru diperlakukan tidak semestinya,” ungkapnya.


Pernyataan ini menghadirkan keheningan reflektif di tengah jemaat. Realitas tersebut menunjukkan bahwa pelayanan sering kali diwarnai oleh dinamika yang tidak ideal. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut merupakan bagian dari “salib” yang harus dijalani.


Dalam terang Paskah, salib tidak dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai jalan menuju kebangkitan dan pembaharuan. Dari pengalaman-pengalaman yang tidak mudah itulah iman dimurnikan dan harapan diperbarui.


Perayaan ini sekaligus menjadi panggilan bagi setiap orang percaya untuk tidak terjebak dalam “tidur rohani”, tetapi bangkit dan bergerak dalam karya nyata. Kebangkitan dipahami bukan hanya sebagai doktrin, melainkan sebagai gerakan hidup yang mentransformasi cara berpikir, bersikap, dan melayani.


Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum pembaharuan, khususnya dalam memperkuat komitmen pelayanan di tengah berbagai tantangan sosial, terutama di bidang pendidikan dan pembinaan iman.


Dengan semangat “From Glory to Glory”, pelayanan diharapkan terus berkembang dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, menjadi terang di tengah situasi yang sering kali penuh tantangan.


Pada akhirnya, perayaan Paskah ini menegaskan bahwa kebangkitan adalah panggilan untuk hidup dalam pembaharuan. Dari hati yang dipulihkan, lahir kekuatan untuk tetap setia, melayani tanpa lelah, dan membawa harapan bagi sesama.


Sebab di dalam kebangkitan Kristus, selalu ada hidup yang baru, dan dari hidup yang baru itu, dunia dapat melihat terang.

Penulis : rino. r. samosir(Kabiro Jak-tim)