SAMBAS – Dinamika informasi di media sosial, khususnya di platform Facebook, belakangan ini mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Sambas. Hal ini berkaitan dengan munculnya berbagai narasi serta opini publik yang menyasar jajaran pemerintahan daerah tanpa disertai landasan fakta yang jelas.
Ketua DPC PWRI Kabupaten Sambas, Samsul Hidayat, menekankan pentingnya independensi dan profesionalisme dalam menyikapi setiap arus informasi. Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi ruang diskusi yang sehat, bukan wadah penyebaran isu yang belum terverifikasi.
"Kami memandang perlu adanya edukasi literasi digital yang lebih masif bagi masyarakat. Setiap informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, termasuk yang menyangkut nama baik pimpinan daerah, harus diuji melalui mekanisme verifikasi yang benar agar tidak terjebak dalam disinformasi," ujar Samsul saat ditemui di Sekretariat DPC PWRI.
Sebagai organisasi yang menghimpun insan pers, PWRI Sambas menegaskan posisi netral dalam menyikapi polemik di media sosial. Samsul mengingatkan bahwa dalam dunia informasi, asas praduga tak bersalah dan keberimbangan data adalah harga mati.
"Kami tidak dalam posisi membela satu pihak atau menyalahkan pihak lain. Namun, kami berkewajiban mengingatkan bahwa setiap tuduhan publik memiliki dampak sosial dan hukum. Kritik adalah vitamin bagi demokrasi, namun kritik haruslah berbasis data, bukan sekadar asumsi yang dibangun di ruang digital," tambahnya.
DPC PWRI Sambas mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pegiat media sosial, untuk berkolaborasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kabupaten Sambas. Langkah ini dinilai penting demi menjaga stabilitas sosial dan memastikan pembangunan daerah tetap berjalan tanpa gangguan dari isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Mari kita kembalikan fungsi media sosial sebagai sarana silaturahmi dan penyebaran informasi yang bermanfaat. Jika ada keganjilan dalam tata kelola daerah, ada saluran resmi dan jalur jurnalistik yang bisa ditempuh untuk melakukan konfirmasi," tegas Samsul.
Dengan mengedepankan prinsip independensi, PWRI Sambas berkomitmen untuk terus menjadi pilar penjernih informasi di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap berita yang dikonsumsi publik adalah hasil dari proses intelektual yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Editor: Jens
Tim Redaksi: Kabar Investigasi ID

Komentar