PALI -- PT.Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Pendopo Field dalam menggelar kegiatan buka bersama dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi dan kemitraan yang tidak sehat dengan insan pers di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan Selasa 10/03/2026.
Tanpa adanya pemberitahuan resmi ataupun koordinasi, perusahaan pelat merah itu secara sepihak memilih peserta dari kalangan wartawan yang diikutsertakan dalam kegiatan silaturahmi dan berbuka puasa tanpa melibatkan ataupun menghargai keberadaan organisasi wartawan dan organisasi perusahaan media yang selama ini turut mengawal aktivitas perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin sore, 9 Maret 2026, dilaksanakan di gedung Assendora komperta PT.Pertamina. Para Organisasi wartawan yang diikutsertakan dipilih langsung oleh pihak perusahaan, tanpa transparansi dan tanpa membuka ruang komunikasi dengan organisasi-organisasi pers yang sah di Kabupaten PALI.
Sejumlah organisasi wartawan besar di PALI mengaku tidak menerima informasi terkait acara apa pun termasuk berbuka puasa. Padahal dalam momen tersebut sangat bagus buat menjalin tali silaturahmi antara PT.Pertamina Pendopo Field.
Kekecewaan pun mengemuka. Mereka menilai sikap sepihak ini mencerminkan arogansi perusahaan pelat merah terhadap dunia pers lokal.
Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten PALI, Novriadi, menyampaikan kekecewaannya atas sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai keberadaan organisasi wartawan di daerah.
Menurut Novriadi, dirinya sempat mencoba mengonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina terkait kegiatan tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun jawaban yang diterima justru memperkuat kesan bahwa perusahaan memang hanya mengundang kelompok tertentu yang selama ini dianggap memiliki komunikasi dengan mereka.
“Waalaikumsalam. Untuk acara kali ini kami mengundang via organisasi yang selama ini sudah sering komunikasi dengan kami. Bila organisasi Bapak belum terundang, semoga ada kesempatan lain untuk kita bisa berjumpa. Terima kasih,” tulis salah satu pihak Pertamina dalam pesan balasan tersebut.
Bagi Novriadi, jawaban tersebut justru memperlihatkan pola komunikasi yang tidak sehat serta mencerminkan sikap diskriminatif terhadap organisasi pers lain yang juga memiliki legalitas dan aktivitas jurnalistik di Kabupaten PALI.
Ia menegaskan bahwa kegiatan berbuka puasa bersama pada bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi ruang silaturahmi yang terbuka, bukan justru dijadikan ajang seleksi sepihak yang berpotensi memecah hubungan antar insan pers.
“Seharusnya kegiatan seperti ini dilakukan secara terbuka dan proporsional. Kami ini organisasi pers resmi yang juga menjalankan fungsi kontrol sosial dan turut mengawal aktivitas perusahaan di daerah. Tetapi tidak ada pemberitahuan, tidak ada komunikasi, apalagi undangan resmi,” tegas Novriadi.
Ia bahkan menilai belakangan ini pihak Pertamina Pendopo Field cenderung bersikap tertutup dan memilih menjalankan kegiatan secara diam-diam tanpa melibatkan seluruh elemen pers.
“Sekarang ini terkesan setiap ada kegiatan dilakukan secara ‘konop-konop’. Organisasi pers yang ada di PALI seolah hanya dianggap pelengkap ketika dibutuhkan, bukan sebagai mitra strategis,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, pola komunikasi yang tidak transparan seperti ini dapat menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat, sekaligus mencederai semangat keterbukaan informasi publik.
Padahal, keberadaan media memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan informasi serta membantu perusahaan dalam menyampaikan program, kegiatan, maupun kontribusinya kepada masyarakat.
“Jika pola komunikasi yang tertutup dan tebang pilih seperti ini terus dipertahankan, maka bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap Pertamina di Kabupaten PALI akan semakin menurun.
Jelas Organisasi wartawan di PALI merasa diperlakukan hanya sebagai objek formalitas oleh perusahaan, bukan sebagai mitra strategis yang turut membantu menjaga citra dan kelangsungan aktivitas perusahaan di daerah ini kabupaten PALI.
PT.Pertamina Pendopo Field yang ada di PALI sekarang memang terkesan tidak terbuka dan tidak adil dalam bermitra dengan rekan-rekan wartawan.
Padahal, kemitraan yang sehat dengan insan media adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan bentuk penghargaan terhadap kebebasan informasi. Jika pola komunikasi seperti ini terus dipertahankan, maka bukan tidak mungkin kredibilitas Pertamina di mata publik PALI akan terus merosot.
Rep : Nopriadi

Komentar