Rekam Jejak Prestasi dan Transformasi di Bawah Kepemimpinan Bupati Satono. -->

Iklan Semua Halaman

Rekam Jejak Prestasi dan Transformasi di Bawah Kepemimpinan Bupati Satono.

Kabar Investigasi
Minggu, 18 Januari 2026

 



​SAMBAS, 18 Januari 2026 – Memasuki periode akhir kepemimpinannya, Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., mencatatkan sederet pencapaian fundamental yang membawa Kabupaten Sambas mengalami lompatan signifikan dalam pembangunan manusia, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan. Dengan visi "Sambas Berkah Berkemajuan", Satono berhasil mengubah wajah Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah paling kompetitif di Kalimantan Barat.

Salah satu indikator keberhasilan paling nyata adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Sambas kini menduduki peringkat pertama untuk kategori kabupaten di Kalimantan Barat dengan skor 72,08. Keberhasilan ini didorong oleh akses kesehatan yang semakin inklusif melalui program PROSESAR (Program Sehat Satono-Rofi) yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu hanya dengan menunjukkan KTP.

Bupati Satono juga diakui secara nasional atas kepiawaiannya melakukan lobi dan kerja sama sektor swasta. Melalui gerakan "Gotong Royong", ia berhasil membangun lebih dari 40 Jembatan Berkemajuan di berbagai kecamatan tanpa menyentuh anggaran APBD, melainkan menggunakan dana CSR dan sumbangan donatur.

​"Keterbatasan anggaran daerah bukan penghalang untuk membangun. Dengan kolaborasi dan kepercayaan dari para donatur, kita bisa mempercepat pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh urat nadi ekonomi masyarakat," ujar Bupati Satono dalam sebuah kesempatan baru-baru ini. 


Di sektor pemberdayaan desa, Kabupaten Sambas mencatatkan sejarah dengan hilangnya status desa tertinggal. Seluruh desa di Sambas kini telah berstatus Desa Maju dan Desa Mandiri. Hal ini dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 4,74%, yang didorong oleh penguatan sektor UMKM dan perlindungan produk lokal, seperti Tenun Cual Sambas yang telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Berkat dedikasinya, Bupati Satono dianugerahi berbagai penghargaan prestisius, di antaranya:

​- Anugerah Dwija Praja Nugraha atas komitmen pada dunia pendidikan.

​- The Most Inspiring District Head 2025 oleh The Asian Post.

​- BKN Award atas manajemen ASN yang transparan dan akuntabel.

​Kepemimpinan Satono membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Kabupaten Sambas mampu bertransformasi menjadi daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi di beranda depan NKRI.

 Selama masa kepemimpinannya (2021–2026), Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., mencatatkan berbagai pencapaian signifikan yang berfokus pada visi "Sambas Berkah Berkemajuan". Keberhasilan ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat, pembangunan infrastruktur fisik, hingga inovasi tata kelola pemerintahan.


​Berikut adalah beberapa poin utama keberhasilan Bupati Satono yang dirangkum dari data terbaru hingga awal 2026:

​1. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

​Kabupaten Sambas mencatatkan lonjakan signifikan dalam kualitas sumber daya manusia:

​- Peringkat Tertinggi di Kalbar: Per November 2025, Sambas meraih prestasi sebagai kabupaten dengan IPM tertinggi di Kalimantan Barat (skor 72,08), mengungguli kabupaten lainnya.

​- Kesehatan: Angka Harapan Hidup meningkat dari 69 tahun menjadi 73 tahun. Salah satu inovasi kuncinya adalah program PROSESAR (Program Sehat Satono-Rofi), yang memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

​- Pendidikan: Mendapat penghargaan Anugerah Dwija Praja Nugraha dari PGRI atas komitmen tinggi terhadap kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan.

​2. Terobosan Infrastruktur "Non-APBD"

​Satono dikenal sangat gesit dalam membangun infrastruktur tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah yang terbatas:

​- Jembatan Berkemajuan: Hingga akhir 2025, puluhan jembatan (lebih dari 40 unit) telah dibangun menggunakan dana CSR dan partisipasi donatur (Non-APBD). Ini menjadi solusi cepat bagi mobilitas warga di pelosok.

​- Penerangan Jalan: Program Sambas Terang telah membuat 19 ibu kota kecamatan kini memiliki penerangan jalan umum yang memadai.

​- Jalan Desa: Banyak jalan desa yang tidak tersentuh selama 20 tahun akhirnya diperbaiki, seperti di kawasan Sejangkung, Tekarang, dan Teluk Keramat.

​3. Ekonomi dan Kemandirian Desa

​- Status Desa Mandiri: Di bawah kepemimpinannya, seluruh desa di Kabupaten Sambas berhasil mencapai status Mandiri dan Maju berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), yang berbuah penghargaan dari Kemendes PDTT pada 2024.

​- Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Sambas tumbuh stabil di angka 4,74% (y-on-y) pada tahun 2024, didukung oleh penguatan sektor pertanian dan UMKM.

​- Pelestarian Budaya: Berhasil mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk Tenun Cual Sambas, yang memperkuat nilai ekonomi produk lokal di kancah nasional.

​4. Penghargaan Internasional & Nasional

​- Beberapa penghargaan bergengsi yang diterima mencerminkan kualitas kepemimpinannya:

​- Kepala Daerah Paling Inspiratif 2025 (The Most Inspiring District Head) dari The Asian Post.

​- Best Regional Leader 2023 dalam ajang Obsession Award.

​- BKN Award atas komitmen dalam manajemen ASN yang transparan dan profesional.

Bupati Satono sering menekankan bahwa capaian ini adalah "keberhasilan kolektif" seluruh masyarakat Sambas melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga.


Rep : Samsul Hidayat