LABUHANBATU UTARA – Keresahan mendalam tengah menyelimuti masyarakat Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pasalnya, aktivitas peredaran narkoba yang diduga dikendalikan oleh pria berinisial T alias Pentul kian merajalela dan dilakukan secara terang-terangan tanpa tersentuh hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga bandar besar ini beroperasi di wilayah Pasar 1, Dusun Bangun Rejo desa air Hitam.Meski aktivitas haram tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat.
Masyarakat menduga kuat bahwa bebasnya operasional bisnis narkoba milik Pentul disebabkan adanya perlindungan atau "beking" dari oknum tertentu. Hal inilah yang ditengarai membuat sang bandar merasa kebal hukum sehingga tidak takut menjalankan aksinya di tengah pemukiman warga.
Kekecewaan warga memuncak melihat pembiaran yang terjadi. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan melontarkan kritik pedas terhadap kinerja aparat di wilayah hukum Kualuh Hilir/Leidong.
"Kami sudah muak melihat sandiwara ini! Bandar narkoba jualan seperti jualan kacang goreng di depan mata kami, tapi penegak hukum seolah buta dan tuli. Apa harus menunggu anak cucu kami hancur semua baru ada tindakan? Jangan-jangan aparat di sini sudah 'masuk angin' semua sampai-sampai menangkap satu orang saja tidak mampu. Kalau tidak berani tangkap Pentul, lebih baik seragamnya dilepas saja!" cetus warga dengan nada geram.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kapolsek Kualuh Hilir terkait keresahan warga dan dugaan peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Namun, sangat disayangkan, pejabat nomor satu di Polsek Kualuh Hilir tersebut lebih memilih bungkam. Meski pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan telah berstatus centang dua (terbaca), hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban maupun klarifikasi resmi yang diberikan.
Menanggapi kebuntuan di tingkat Polsek, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Kapolres Labuhanbatu yang baru saja menjabat. Warga mendesak agar pemberantasan bandar besar di Desa Air Hitam menjadi prioritas utama dalam program kerja 100 hari pertamanya.
Tak hanya itu, masyarakat juga melayangkan desakan kepada Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun tangan.
Warga meminta Polda Sumut mengirimkan tim khusus (Timsus) di luar personel wilayah Kualuh Leidong untuk melakukan penangkapan bandar besar narkoba yang beroperasi didesa air Hitam.dan Warga juga meminta dilakukan evaluasi terhadap personel Polsek setempat yang diduga melakukan pembiaran.
"Kami sudah kehilangan kepercayaan pada aparat di kecamatan ini. Kami butuh tindakan nyata dari Bapak Kapolda dan Bapak Kapolres yang baru. Bersihkan desa kami dari narkoba dan tangkap Pentul sebelum amarah masyarakat tidak terbendung lagi," tegas warga yg sengaja dirahasiakan identitasnya.
Rep___NR hasib

Komentar
