MOKI, Banda Aceh-Pembobol uang nasabah Bank Aceh Cabang Sabang senilai Rp 800 juta hingga kini masih aktif bekerja di Bank Aceh Cabang Sabang, padahal menurut keterangan Direktur Utama Bank Aceh Islamuddin ketika dihubungi KabarInvestigasi melalui Telepon Seluler (06/07) bahwa SR sudah tidak aktif lagi bekerja dan untuk sementara di non aktifkan.
Masyarakat Kota Sabang yang telah mengetahui kejadian tentang bobolnya Bank Aceh merasa sangat kecewa atas keputusan Bank Aceh Cabang Sabang yang hingga berita ini diturunkan masih mempekerjakannya, dan diduga ada terjadi permainan disana cetus masyarakat selaku Nasabah Bank Aceh di Sabang kepada KabarInvestigasi Baru-baru ini.
Masyarakat Kota Sabang yang telah mengetahui kejadian tentang bobolnya Bank Aceh merasa sangat kecewa atas keputusan Bank Aceh Cabang Sabang yang hingga berita ini diturunkan masih mempekerjakannya, dan diduga ada terjadi permainan disana cetus masyarakat selaku Nasabah Bank Aceh di Sabang kepada KabarInvestigasi Baru-baru ini.
“Ini sangat tidak masuk akal, orang yang sudah jelas melakukan tindak pidana korupsi tidak diserahkan ke polisi atau jaksa, justru dilindungi pimpinannya. Bagaimana kalau dia menghilangkan barang bukti, mengingat dia masih bekerja pada tempat yang sama,” ujar salah seorang Nasabah yang tidak mau disebutkan namanya, apakah wartawan hanya diam saja demikian protes nasabah kepada Wartawan KabarInvestigasi
Menanggapi hal tersebut maka Biro new Selecta Sabang menghubungi Islamuddin selaku Direktur Utama Bank Aceh (06/07) via Telepon seluler dan dikatakan, bahwa saudara SR sudah dinonaktifkan untuk smentara waktu agar proses pemeriksaan terhadap dirinya dapat dilakukan tanpa kendala pekerjaan.
Ditambahkannya, Kasus Bank Aceh Cabang Sabang sedang ditangani pihak Penegak Hukum dan tunggu saja hasilnya karema masih dalam proses penyidikan, jika saya memberikan statmen tentang hal tersebut akan menggangu proses penyidikan tersebut.
Proses penanganan kasus bobolnya Kas Bank Aceh Cabang Sabang menurut tanggapan masyarakat sangatlah lamban dalam menentukan tersangkanya, hal tersebut dinilai karena SR hingga kini belum lagi ditahan oleh pihak yang berwajib dan masih bisa bekerja ditempat semula, padahal SR adalah pelaku Utama dan bisa saja dia menghilangkan barang bukti karena masih bekerja ditempat posisi yang sama, seolah-olah dia kebal hukum, sementara bila terjadi kasus pencurian kecil-kecilan tersangkanya langsung dimasukkan dalam sel.
Bila keadaannya begini dikhawatirkan Citra Bank Aceh akan semakin buruk saja dan seharusnya bukan hanya Dirtektur yang sekarang ini yang diperiksa namun Direktur Bank sebelumnya juga harus diperiksa juga karena SR bertugas di Sabang sejak tahun 2005 jadi diduga ada keterlibatan para Direktur sebelumnya, demikian dikatakan Suharto salah seorang pekerja Media di Sabang kepada KabarInvestigasi. ( Tiopan )
Menanggapi hal tersebut maka Biro new Selecta Sabang menghubungi Islamuddin selaku Direktur Utama Bank Aceh (06/07) via Telepon seluler dan dikatakan, bahwa saudara SR sudah dinonaktifkan untuk smentara waktu agar proses pemeriksaan terhadap dirinya dapat dilakukan tanpa kendala pekerjaan.
Ditambahkannya, Kasus Bank Aceh Cabang Sabang sedang ditangani pihak Penegak Hukum dan tunggu saja hasilnya karema masih dalam proses penyidikan, jika saya memberikan statmen tentang hal tersebut akan menggangu proses penyidikan tersebut.
Proses penanganan kasus bobolnya Kas Bank Aceh Cabang Sabang menurut tanggapan masyarakat sangatlah lamban dalam menentukan tersangkanya, hal tersebut dinilai karena SR hingga kini belum lagi ditahan oleh pihak yang berwajib dan masih bisa bekerja ditempat semula, padahal SR adalah pelaku Utama dan bisa saja dia menghilangkan barang bukti karena masih bekerja ditempat posisi yang sama, seolah-olah dia kebal hukum, sementara bila terjadi kasus pencurian kecil-kecilan tersangkanya langsung dimasukkan dalam sel.
Bila keadaannya begini dikhawatirkan Citra Bank Aceh akan semakin buruk saja dan seharusnya bukan hanya Dirtektur yang sekarang ini yang diperiksa namun Direktur Bank sebelumnya juga harus diperiksa juga karena SR bertugas di Sabang sejak tahun 2005 jadi diduga ada keterlibatan para Direktur sebelumnya, demikian dikatakan Suharto salah seorang pekerja Media di Sabang kepada KabarInvestigasi. ( Tiopan )
Komentar