PALI, Kamis 29/10/2026 - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tercatat telah mengguyur wilayah kabupaten PALI sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu minggu ini. Meskipun kehadiran hujan sempat memberikan kelegaan sementara dari hawa panas menyengat, data terbaru menunjukkan bahwa tingkat polusi udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah kabupaten PALI sudah masuk kualitas udara tidak sehat dan di level kuning.
Berdasarkan pemantauan stasiun kualitas udara setempat, angka polutan halus PM2.5 masih berfluktuasi di atas ambang batas normal, yang menempatkan kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat.
Dr. Aryansyah, S.T., M.T. kadin Dinas Lingkungan Hidup kabupaten PALI,menjelaskan bahwa curah hujan yang terjadi dua kali dalam minggu ini belum memiliki volume dan durasi yang cukup untuk menyapu (washing effect) seluruh partikulat polusi yang telah menumpuk di atmosfer selama musim kemarau.
"Hujan yang turun baru dalam tahap awal transisi cuaca dengan durasi singkat. Air hujan hanya membasahi permukaan tanah, namun belum mampu meluruhkan konsentrasi debu pekat dan emisi yang menggantung tinggi di udara secara signifikan," ujar Aryansyah, saat di konfirmasi via WhatsApp
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan luar ruangan. Warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita infeksi saluran pernapasan (ISPA), disarankan untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah mengingat partikel polutan yang masih pekat.
BMKG memprediksi intensitas hujan baru akan stabil meningkat dalam beberapa minggu ke depan seiring masuknya puncak musim hujan, yang diharapkan secara bertahap dapat memulihkan kualitas udara ke tingkat yang aman.
Rep : Nopriadi

Komentar