DIDUGA KANTOR KEPALA DESA SELAT BESAR SARANG KORUPSI, MASYARAKAT PESISIR TERANCAM PENYEBRANGAN, AKIBAT TANGKAHAN DARURAT -->

Iklan Semua Halaman

DIDUGA KANTOR KEPALA DESA SELAT BESAR SARANG KORUPSI, MASYARAKAT PESISIR TERANCAM PENYEBRANGAN, AKIBAT TANGKAHAN DARURAT

Kabar Investigasi
Jumat, 31 Juli 2026

 



Labuhan Batu -- Masyarakat pesisir desa selat besar, dusun cinta karya kecamatan bilah hilir,terancam penyebrangan dan banyak menelan korban berjatuhan pemerintah desa selat besar selama ini tutup mata ,desa selat besar, kecamatan bilah hilir, 28/07/2026.


Disaat masyarakat pesisir desa selat besar, dusun cinta karya cukup kecewa terhadap kepala desa selat besar pemerintah kabupaten labuhan batu, banyaknya masyarakat bertempat tinggal di dusun cinta karya ( Sei Nibung ), tetapi tangkahan penyebrangan yang digunakan selalu darurat dan banyak berjatuhan. Masyarakat pesisir tidak pernah merasa bantuan pembangunan tersebut, apalagi banyak batuan pemerintah selama bapak Jokowi Widodo sebagai presiden RI dan sampai saat ini.


Masyarakat pesisir ( Sei Nibung ) desa selat besar, dusun cinta karya yang sangat terpencil. Masyarakat pesisir ( sei Nibung ) dusun cinta karya, sangat cukup kesal melihat pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan dan kabupaten mendapat bantuan.


Pada hal kampung tersebut sudah lama, adapun masyarakat melihat majunya global digital dan di medsos, bawah kantor kepala desa selat besar mulai dari penitif dan PJ dikantor kepala desa itu diduga jadi lahan korupsi guna memperkaya diri sendiri.


Menurut Nara sumber memaparkan, kami masyarakat pesisir di dusun cinta karya, bawah kampung kami ini sudah cukup lama kami huni, namun sebagai masyarakat disini sudah banyak yang pindah, dikarenakan tidak ada batuan bangunan tersebut.


Kami juga merasa dikecilkan, disaat kami dibutuhkan untuk pemilihan desa, pemilihan DPR, pemilihan gubernur dan pemilihan presiden, baru kami di kenal di kampung ini, itu karena butuh suara kami. Sesudah duduk di kursi empuk kampung kami di lupakan dan kami hanya termakan janji-janji tersebut.


Dulunya kampung kami ini adanya orang yang berkunjung mengutip uang untuk memasukan PLN dikampung kami, ternyata sampai saat ini, orang yang mengutip uang tersebut sudah melarikan uang kami dan tidak pernah datang dan kami merasa ditipu.


Kami masyarakat menyampaikan melalui media kabar Investigasi.Id agar pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten labuhan batu, dan bapak Boby Nasution sebagai gubernur Sumatra Utara, kami berharap kepada pemerintah supaya diusut pengutipan uang kami dan dikembalikan. Kami juga bermohon kepada DPR labuhan batu, Bupati labuhan batu, bapak gubernur Sumatra Utara bapak presiden RI, lihat pak tangkahan penyebrangan kami ini, terutama pemerintahan desa kami ini, lihat kami ungkapan Nara sumber


            Rep Bangun Nainggolan