PONTIANAK, 15 Juni 2026 – Memasuki pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, Haji Subhan Nur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat dari Fraksi Partai Nasdem, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai semangat hijrah sebagai katalisator perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Haji Subhan Nur yang hadir dengan pesan kebersamaan keluarga,"menyampaikan refleksi mendalam mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai ketakwaan.
"Selamat Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga kita senantiasa dianugerahi kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan yang mengiringi setiap langkah pengabdian kita bagi tanah air," ungkap Haji Subhan Nur.
Menjadikan Semangat Hijrah sebagai Landasan Pengabdian
Sebagai wakil rakyat, Haji Subhan Nur menekankan bahwa filosofi hijrah bukan sekadar perpindahan kalender, melainkan momentum bagi setiap individu—khususnya para penyelenggara negara dan masyarakat—untuk melakukan transformasi diri menuju kualitas hidup yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Beliau menyoroti beberapa poin krusial terkait optimisme di tahun 2026:
Peningkatan Kualitas Pengabdian: Semangat hijrah harus diterjemahkan ke dalam etos kerja yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat demi tercapainya keadilan sosial di Kalimantan Barat.
Penguatan Solidaritas: Di tengah tantangan zaman, menjaga persatuan dan kesatuan adalah harga mati yang harus terus dirawat oleh setiap warga Kalimantan Barat.
Optimalisasi Sinergi: Harapan besar agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan lembaga legislatif dapat berkolaborasi lebih erat untuk mendorong akselerasi pembangunan daerah di tahun yang baru ini.
Harapan untuk Kalimantan Barat
Haji Subhan Nur menutup pesannya dengan doa dan harapan agar tahun 1448 Hijriah membawa ketenangan, kedamaian, dan kemajuan yang signifikan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Beliau berkomitmen untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, menjadikan setiap kebijakan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada agenda politik, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga dan spiritualitas dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Kontak Media:
Kabar Investigasi id.

Komentar