SAMBAS -- Seminar Internasional dan Upgrading Da’i hari kedua di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu, 8 April 2026, berlangsung tertib dan penuh gagasan strategis. Jalannya forum dipandu oleh moderator Dr. H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Sambas.
Dalam pengantarnya, Rachmad Robbi menegaskan bahwa pembangunan wilayah perbatasan harus dilihat dengan cara pandang baru. Menurutnya, kawasan perbatasan tidak lagi boleh diposisikan sebagai halaman belakang negara, melainkan harus menjadi beranda terdepan negara.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan kesejahteraan yang dipadukan dengan keamanan menjadi paradigma baru dalam membangun kawasan perbatasan. Cara pandang ini dinilai penting untuk mengubah ketergantungan menjadi kedaulatan, terutama dalam bidang pangan.
Rachmad Robbi juga menyoroti peran Kabupaten Sambas dalam mendukung ketahanan pangan. Ia menyebut keberhasilan Sambas sebagai lumbung padi dengan surplus 62.251 ton telah memberi kontribusi besar terhadap stok pangan di Kalimantan Barat. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa upaya mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah perbatasan masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah aksesibilitas, ketergantungan pada produk luar, alih fungsi lahan, kebutuhan modernisasi alat pertanian, serta pentingnya regenerasi petani.
Sebagai moderator, Rachmad Robbi mampu menjaga jalannya diskusi tetap hidup, terarah, dan mudah diikuti peserta. Ia menjembatani berbagai pandangan dari para narasumber sehingga pembahasan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga menyentuh langkah-langkah nyata yang dapat dijalankan.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah pembicara penting, yakni Nur Kholis, S.H., M.A., Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia dan Konsultan Bisnis dan HAM, YB Dato’ Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, Menteri Industri Makanan, Komoditas, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., serta Dr. Abdullah Zulkifli, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Melalui seminar ini, semangat membangun wilayah perbatasan kembali ditegaskan.
Perbatasan bukan hanya penanda batas negara, tetapi juga kawasan strategis yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi, dan mempererat kerja sama antarwilayah.
Mengenai ketahanan pangan, Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Kalimantan Barat. Perannya tidak hanya mencakup aspek produksi, tetapi juga kedaulatan pangan regional.
Tim Peliputan Kabarinvesigasi.id

Komentar