JAKARTA – Gerak cepat ditunjukkan oleh Bupati Sambas, H. Satono, dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kurang mampu di wilayahnya. Orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini secara langsung menyambangi kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta untuk melakukan lobi strategis terkait optimalisasi program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, H. Satono tidak hanya datang membawa daftar usulan, tetapi juga membawa data lapangan yang komprehensif terkait kondisi sosial ekonomi warga di akar rumput. Ia mendesak pihak Kemensos untuk memberikan perhatian khusus bagi percepatan akses bantuan bagi keluarga prasejahtera yang selama ini masih terkendala regulasi teknis.
"Saya datang bukan sekadar untuk berkunjung, tapi untuk memastikan bahwa tidak ada lagi warga Sambas yang tertinggal dalam menerima haknya. Kami membawa data valid dan mendesak pihak Kementerian agar akselerasi bantuan—baik itu PKH, BPNT, maupun bantuan asistensi lainnya—bisa lebih responsif terhadap kondisi geografis dan demografis Sambas yang menantang," tegas H. Satono dengan nada lugas.
Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat ini menyoroti perlunya intervensi yang lebih tajam dari pemerintah pusat. Menurutnya, pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Sambas saat ini terus dikebut agar proses verifikasi dan validasi di tingkat desa hingga pusat tidak lagi menjadi hambatan birokrasi yang berlarut-larut.
Langkah taktis H. Satono ini pun mendapatkan respon positif dari jajaran Kementerian Sosial. Pemerintah pusat mengakui bahwa inisiatif jemput bola yang dilakukan Bupati Sambas sangat membantu kementerian dalam memetakan kebutuhan riil di daerah.
Kehadiran H. Satono di Jakarta ini merupakan bukti komitmen nyata dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata. Ia menegaskan bahwa Pemkab Sambas akan terus mengawal setiap tahapan penyaluran hingga ke tangan penerima manfaat, seraya terus membuka ruang kolaborasi untuk program-program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
"Tugas saya adalah memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat Sambas yang membutuhkan. Selagi ada pintu yang bisa diketuk untuk kepentingan rakyat, saya akan terus mengetuknya sampai aspirasi tersebut terealisasi," tutupnya.
Tim Peliputan Kabar Investigasi ID

Komentar

