Jakarta, 2 Januari 2026 -- Update terkini Dr Bernard, Rusman Pinem, Marcel Gerungan, Ibrahim Andy & penduduk pasca Bencana. Bencana Alam Datang Silih Berganti.
Banyak orang mengekpos citra berani dan cerdas dihadapan berbagai ancaman bencana alam, tetapi bencana komplikasi kronis datang silih berganti..alias never ending again.
Rusman Pinem mengatakan, ternyata tidak cukup lntegritas moral loyalitas pengabdian hanya bermodalkan citra berani dan cerdas saja dalam melenyapkan bencana tetapi perlu teori ilmiah juga konsep yang baku dan jelas dengan berbagai strategi yang terukur secara mekanis tersistematis dan massive.
Dengan kata lain, wacana ilusi juga solusi terhadap masalah bencana alam harus diawali dengan terobosan naskah pendahuluan yang terdiri dari bab, kemudian harus diekpose akar masalah bencana alamnya mengapa dan kenapa ?!! ( mengenali sumber penyebab dari masalah sosial yang rumit yang bersifat fundamentalis. sebanyak 3 bab pembahasan krusial .BNPB .
Setelah itu dicari bentuk bentuk strategi pemecahan masalah yang komprehensif yang terdiri dari 4 bab pembahasan.
Bab terakhir baru dibahas kesimpulan akhir dengan metode deduktif, Konstruktif serta induktif.
Jadi menyimpulkan identifikasi masalah dengan menggeneralisasikan semua permasalahan yang ada secara tertata massive.
Jadi problem solving besar bangsa yang terjadi hampir setiap tahun harus dikonsep dalam bentuk tulisan dan bedah kssus kasus krusial yang ilmiah buku kajian Lembaga ilmu Pengetahuan lndonesia ( LIPI ). Tentunya saja wajib terukur melibatkan akademisi dan pakar hukum serta segala disiplin keilmuan yang ada, Diantaranya adalah ahli sosiologi, sejarah, ekonomi, agama, psikologi, pendidikan , kriminologi, seniman, sastrawan budayawan, politik, filsafat, bisnismen, pengusaha hamkam, dll.
Semua para ahli ini harus bersikap jujur, berani, lugas terpercaya dan cerdas prima dengan kualitas integritas yang tinggi.
Tetapi harus diingat bahwa, Para ilmuwan yang sudah pernah tersambar kongkalikong magnet kekuasaan, jangan pernah dilibatkan karena dapat merusak konsep strategi pemulihan pasca bencana alam yang kita bentuk ini . "*Salam GAKORPAN ,ASTACITA untuk lndonesia Emas ,Macan Asia Merdeka .
Reporter : Ikhsan.B

Komentar