Retakan di Jalan, Lubang di Kantong: Pekerjaan Berkala Jalan di Sambas Gagal ?....... -->

Iklan Semua Halaman

Retakan di Jalan, Lubang di Kantong: Pekerjaan Berkala Jalan di Sambas Gagal ?.......

Kabar Investigasi
Kamis, 01 Januari 2026


​Kabupaten Sambas – Kamis 1/1/2026, Belum kering benar Semen di permukaan jalan pemandangan memprihatinkan justru sudah tersaji. Proyek pemeliharaan berkala yang menelan anggaran negara sebesar [ Rp 8.631.967.000,00 ] tersebut kini kondisinya mulai "bernyanyi" dengan retakan di sana-sini. Sebagai pelaksana CV Mandiri Kita Jaya.Sumber Dana APBD Kabupaten Sambas, Sub Kegiatan: Pemeliharaan Berkala Jalan, Pekerjaan: Pemeliharaan Berkala Jalan Kabupaten Paket II ( jalan Sekura-Teluk Kalong, Jalan Sekura- Simpang Empat,Jalan Kesehatan, Jalan Pasar Galing- Jalan Tanjung Pura) Lokasi :Kabupaten Sambas. 



​Hasil pantauan di lapangan menunjukkan garis-garis retak rambut hingga retak buaya mulai menjalar di sepanjang badan jalan. Padahal, pekerjaan ini baru saja dinyatakan selesai beberapa waktu lalu. Kondisi ini lantas memicu pertanyaan besar dari masyarakat dan pengguna jalan: Apakah ini soal kualitas atau sekadar formalitas?

​Kondisi beton yang cepat rusak mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam proses pengerjaan. Pengamat kebijakan publik lokal menilai bahwa retakan pada beton biasanya dipicu oleh beberapa faktor krusial:

​Komposisi Campuran: Dugaan pengurangan bahan yang tidak seimbang.

​Pemadatan Lemah: Fondasi jalan yang tidak stabil namun tetap dipaksakan untuk dilapisi.

​Pengawasan "Mata Tertutup": Lemahnya kontrol dari dinas terkait terhadap kontraktor pelaksana di lapangan.

​"Kami senang awalnya jalan diperbaiki, tapi kalau hitungan minggu sudah retak begini, ini namanya buang-buang uang rakyat. Campuran semen dan pasiir tak sesuai, seperti hanya disiram kuah saja," ujar salah seorang warga yang melintas dengan nada kecewa.




​Masyarakat mendesak agar pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera memanggil kontraktor pemenang tender untuk melakukan perbaikan ulang (retensi) sebelum masa pemeliharaan habis. Jika dibiarkan, retakan kecil ini dipastikan akan berubah menjadi lubang mematikan saat musim hujan tiba.

​Publik kini menunggu keberanian pemerintah daerah untuk bersikap tegas. Jangan sampai proyek berkala hanya menjadi ritual tahunan untuk menghabiskan anggaran tanpa memberikan azas manfaat jangka panjang bagi mobilisasi ekonomi warga.


​Pihak kontraktor dan dinas terkait hingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi terkait temuan kerusakan tersebut.



 Retakan pada jalan beton bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:


1. Penggunaan semen yang tidak sesuai atau kurang baik dapat menyebabkan retakan.

2. Pengerjaan yang tidak tepat, seperti kurangnya pemadatan atau pengeringan yang tidak sempurna, dapat menyebabkan retakan.

3. Beban lalu lintas yang berlebihan dapat menyebabkan retakan pada jalan beton.

4. Perubahan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan ekspansi dan kontraksi pada beton, sehingga menyebabkan retakan.

5. Kurangnya perawatan dan pemeliharaan dapat menyebabkan retakan pada jalan beton.


 Biasanya, retakan pada jalan beton yang terjadi dalam waktu singkat (seperti seumur jagung) lebih sering disebabkan oleh *kualitas pengerjaan* atau *bahan yang tidak sesuai*. Mungkin ada kesalahan dalam proses pengadukan, pengecoran, atau perawatan awal beton. Kabar Investigasi id / Tim.