Sumbawa Besar, NTB -- Respon cepat ditunjukkan oleh personel Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Sempe bersama warga binaannya dalam menangani dampak cuaca ekstrem. Pada Kamis pagi (09/04/2026), mereka melaksanakan aksi gotong royong massal untuk membersihkan material kayu yang menyumbat Jembatan Berang Odong Uma Telaga.
Sumbatan material tersebut merupakan dampak dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Sempe beberapa waktu sebelumnya, yang mengakibatkan air sungai meluap dan membawa tumpukan kayu hingga tersangkut di konstruksi jembatan.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WITA ini memfokuskan tenaga pada pembersihan kayu-kayu besar yang berpotensi merusak struktur jembatan dan menghambat arus transportasi warga antar desa. Dengan alat seadanya dan semangat kebersamaan, personel BKTM dan warga bahu-membahu menyingkirkan material banjir tersebut.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Moyo Hulu Iptu Husni, mengapresiasi inisiatif warga dan kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan. Di sela-sela kegiatan, BKTM Desa Sempe juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah atau limbah kayu ke aliran air.
"Kebersihan sungai adalah kunci utama kita mencegah banjir. Jika arus air lancar tanpa hambatan sampah atau material kayu, potensi luapan air ke permukiman dan kerusakan fasilitas umum seperti jembatan ini bisa kita minimalisir," ujar personel BKTM di lokasi.
Aksi gotong royong ini membuahkan hasil positif. Jembatan yang sebelumnya tertimbun material kini sudah kembali bersih dan aman untuk dilalui. Selain mengamankan fasilitas publik, kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan Polri dengan rakyat dalam menjaga lingkungan yang asri dan aman.
Hingga saat ini, situasi di Desa Sempe dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. ( Zul )

Komentar