Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, 17 Agustus Tahun 2026 di Istana Merdeka Jakarta menjadi panggung kebanggaan bagi Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Dalam momentum bersejarah tersebut, Pasukan Kirab Kabupaten Sumbawa tampil membawa identitas dan marwah Kesultanan Sumbawa di hadapan bangsa Indonesia.
Dua prajurit TNI Kodim 1607/Sumbawa, yakni Sertu Abdurrahman dan Koptu Tohri, tampil gagah mengenakan busana kebesaran kerajaan yang ada di Indonesia, dengan membawa representasi kebesaran Kesultanan Sumbawa.
Penampilan keduanya bukan sekadar bagian dari kemeriahan kirab. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa sejarah, adat dan budaya Sumbawa tetap hidup serta memiliki tempat dalam perjalanan kebangsaan Indonesia.
Busana kebesaran Kesultanan Sumbawa yang dikenakan kedua prajurit tersebut sukses mencuri perhatian. Mereka tampil memukau dengan membawa filosofi kehidupan masyarakat Sumbawa yang begitu kuat:
“Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah.”
Filosofi tersebut menjadi cerminan eratnya hubungan adat, nilai keagamaan dan kehidupan masyarakat Sumbawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran Sertu Abdurrahman dan Koptu Tohri sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kodim 1607/Sumbawa. Dua prajurit tersebut tidak hanya menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan kirab, tetapi juga tampil sebagai pembawa identitas budaya daerah di panggung nasional.
Dari Sumbawa menuju Istana Merdeka, langkah mereka membawa pesan tegas: Indonesia merdeka bukan hanya dibangun oleh masa depan, tetapi juga berdiri kokoh di atas sejarah, adat dan budaya seluruh daerah.
Kirab HUT RI ke-81 tahun 2026 pun menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, termasuk warisan Kesultanan Sumbawa, kepada masyarakat Indonesia.
Sumbawa hadir bukan sekadar sebagai peserta kirab. Sumbawa hadir membawa sejarah, adat, kehormatan dan jati diri daerah ke panggung nasional.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. ( Zul )

Komentar