Peringatan HUT Tritura ke 60 Laskar Ampera ARH Angkatan 66 Tagih Janji Anies Baswedan. -->

Iklan Semua Halaman

Peringatan HUT Tritura ke 60 Laskar Ampera ARH Angkatan 66 Tagih Janji Anies Baswedan.

Kabar Investigasi
Senin, 12 Januari 2026

 



Jakarta, 12 Januari 2026 -- Peringatan Hari Tritura ini menjadi momentum bagi para pelaku sejarah untuk mengenang perjuangan mereka dan menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.


Hari Tritura diperingati setiap tanggal 10 Januari sebagai peringatan peristiwa 10 Januari 1966 pembacaan Tritura di halaman Fakultas Kedokteran UI, ini lah tonggak sejarah lahirnya Orde Baru. 


Isi Tritura adalah Pembubaran PKI mahasiswa menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai respons terhadap keterlibatan PKI dalam Peristiwa G30S 1965 dan krisis politik yang terjadi.


Perombakan Kabinet Dwikora tuntutan Tri Tuntutan Rakyat memperburuk situasi keamanan dan ketertiban, memaksa Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang memberikan wewenang kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang diperlukan.


Turunkan Harga menghadapi krisis ekonomi, mahasiswa menuntut penurunan harga barang untuk meringankan beban ekonomi rakyat.



Dalam momentum hut Tritura  Dewan Pimpinan Pusat  Laskar Ampera Arief Rachman Hakim  Angkatan 66 ( ARH berkumpul mengadakan hut Tritura di sekertariat taman Ismail yang bwketeoan kantor ada di besment di bawah tanah sangat tidak layak bagi lembaga yang telah banyak berjasa pada masa nya ,


Dan para pelaku sejarah yang masih ada bersama penerus laskar Ampera Arief Rachman hakim agar segera, Menuntut pengembalian Sekretariat yang tidak pernah direlokasikan namun pihak terkait tidak menepati janji semenjak revitalisasi Taman Ismail Marzuki di Era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.yang serta merta kebijakan Anies lah yang telah membokar dan mau menghilangkan sejarah bahwa di tempat itu ada rumah aspirasi yang telah banyak berjasa bagi negri ini, telah di buat gedung oleh Anis untuk ke untungan sepihak yang di kelolah oleh pihak PT Japro ,


Sebelumnya Markas DPP Laskar Ampera ARH 66 Berada dilingkungan Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, yang mana status keberadaannya berdasarkan surat keputusan resmi dari Gubernur DKI Ali Sadikin yang bernomor : 134 tahun 1969. 


Menurut wakil sekretaris jendral (WASEKJEN) DPP. Martin Khisna, pihaknya mempertanyakan tanggung jawab Anies Baswedan terhadap janjinya yang tidak ditepati saat adanya refitalisasi Taman Ismail Marzuki pada tahun 2019 Silam.


"Saya atas nama DPP LASKAR AMPERA ARH 66 menuntut tanggungjawab Anies atas janjinya yang sudah merelokasi sementara namun sampai sekarang tidak ditepati, dan saat ini kami bertempat tidak tempat yang tak layak karena dibawah tanah," Ujarnya pada Awak Media Senin (11/01/2025).


Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Martin, ARH ini berdiri Atas semangat para aktivis yang menuntut TRITURA pada tahun 1966, namun Anies dengan seenaknya memindahkan tanpa ada realisasi.


"Inikan organisasi aktifis 66 yang punya Marwah perjuangan untuk bangsa ini tapi seenaknya Anies memindahkan markas kami tanpa ada tanggung jawab," cetusnya.


Saat itu, masih kata Martin gubernur Anies Baswedan memerintahkan Kesbangpol untuk mengakomodir penggantian dan pengembalian Sekretariat DPP Laskar Ampera ARH Angkatan 66 Karana jika tidak segera diselesaikan maka seolah menghina dan melecehkan para pejuang 66 yang sudah berjasa dalam membasmi Komunis direpublik ini.


"Saat itu Anies memerintahkan kebangpol untuk mengurusnya tetapi sampai sekarang kita masih belum dikasih kepastian, kalo kesbangpol tidak mau maka mereka sudah merendahkan para pejuang 66 yang punya jasa besar dalam menumpas ideologi komunis di Indonesia," pungkasnya.


Martin Berharap ada itikad baik dari dinas terkait yakni pariwisata dan kebudayaan dan Kebangpol pemerintah provinsi DKI Jakarta agar segera menyelesaikan permasalahan ini, karena dianggapnya tidak menghargai para Pejuang 66 pungkas nya  (RR mad Al) Tegak Kan Keadilan walau Langit Runtuh.


Reporter : Ikhsan.B